Pentingnya fondasi hidup

“Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Matius 7: 26 – 27

Sudah seminggu ini media di Australia ramai memberitakan kasus bangunan apartemen di Sydney yang mengalami kerusakan berat sehingga semua penghuninya harus mengungsi. Kejadian ini bukan yang pertama karena beberapa bulan yang lalu ada kejadian yang serupa. Pada kejadian yang terakhir, bangunan apartemen mengalami retak-retak yang membahayakan sehingga atap beton dari tempat parkir bawah tanah harus ditopang dengan tiang-tiang besi.

Pada umumnya setiap bangunan baru di Australia hanya mempunyai garansi selama 6 tahun dari pemborongnya, dan karena itu pemilik apartemen yang sudah berumur 10 tahun ini tidak dapat menuntut ganti rugi. Untunglah pemerintah setempat mau menolong setiap penghuni apartemen ini untuk sementara waktu, dengan memberikan biaya penginapan hotel sekitar $200-400 semalam sampai keputusan bisa diambil tentang nasib bangunan yang fondasinya ambles ini. Menurut perkiraan, untuk memperbaiki kerusakan yang cukup berat ini diperlukan biaya lebih dari satu juta dolar. Dalam hal ini mungkin tidak ada asuransi yang mau membayarnya karena semua itu adalah hal yang tidak pernah dipikirkan.

Ayat diatas disampaikan oleh Yesus Kristus untuk menggambarkan bagaimana orang yang bodoh mendirikan rumahnya di atas tanah pasir yang tidak stabil. Karena fondasi rumah yang tidak kuat, kerusakan besar kemudian terjadi ketika hujan dan banjir datang. Lain dari kerusakan benda-benda lain, kerusakan rumah atau bangunan bisa berakibat serius karena tidak saja ukuran dan beratnya yang lebih besar, tetapi juga karena bahan yang dipakai untuk membuat rumah tidaklah mudah diperbaiki atau disambung. Dengan demikian, rumah yang sudah rusak, retak atau miring kemudian akan mudah untuk runtuh. Mereka yang bodoh, yang tidak mempunyai fondasi hidup yang kuat, akhirnya bisa mengalami kehancuran hidup ketika badai kehidupan datang.

Apa yang dilakukan oleh seseorang yang ingin membangun rumah pada zaman dulu? Jika pada zaman sekarang orang bisa membangun rumah dia atas segala macam jenis tanah dengan memakai fondasi yang cocok, pada zaman dulu orang memilih tanah yang kuat yang bisa bertahan menghadapi erosi angin, dorongan air banjir atau berat bangunan. Tanah yang baik untuk bangunan adalah tanah yang padat dan kuat, seperti halnya tanah batu (rock). Seperti itulah jika kita mau membangun hidup yang kuat, yang tahan menghadapi topan kehidupan, kita harus memilih fondasi kehidupan yang benar-benar mampu untuk menyokong hidup kita.

Fondasi kehidupan yang bagaimana yang bisa menyokong hidup kita di masa depan? Banyak orang berpikir bahwa semua yang ada di dunia ini bisa dibeli. Asal ada uang, masa depan tentu terjamin. Ada pula orang yang yakin bahwa fondasi kehidupan adalah kepandaian, karena itu mereka percaya bahwa anak-cucu mereka akan hidup baik jika mereka mendapat kesempatan untuk mengejar ilmu. Selain itu ada juga orang yang percaya bahwa fondasi kehidupan adalah amal-sedekah, karena orang yang murah hati kepada orang lain akan mendapat balasan yang setimpal di hari depan. Oleh sebab itu juga, banyak orang tua yang mengharapkan balasan kebaikan dari anak-anaknya ketika mereka sudah tua. Walaupun demikian, firman Tuhan berkata bahwa orang-orang yang mengharapkan asuransi hari depan dari siapa atau apa pun yang ada di dunia adalah orang-orang bodoh. Dunia dan segala yang ada tidak dapat menjamin kebutuhan hidup jasmani dan rohani manusia.

Yesus mengatakan bahwa hanya orang yang bodoh yang tidak mengerti apa yang bisa menyokong kehidupan manusia. Alkitab secara jelas menyatakan bahwa hanya Tuhan yang bisa memberi kita kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup. Hanya dalam Tuhan kita mempunyai keyakinan bahwa dalam keadaan apapun kita akan tetap dapat bertahan. Itu karena Tuhan adalah gunung karang yang teguh (rock of ages) yang melalui Yesus Kristus sydah membawa keselamatan bagi setiap orang yang percaya.

Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.” Mazmur 71: 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s