Tuhan tidaklah jauh dari kita

“Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?” Mazmur 139: 7

Sudah lebih dua minggu polisi di Canada mencari dua anak muda yang diduga sudah menembak mati tiga orang di daerah pegunungan di British Columbia yang lebat hutannya. Tragisnya, salah satu korban adalah putra dari petinggi kepolisian Australia. Tentunya sang ayah merasa sangat frustrasi karena sekalipun ia adalah polisi yang biasa menangani kasus berat di Australia, kali ini ia harus menjadi penonton saja karena kasusnya terjadi di negara lain. Bagaimana kedua penjahat itu bisa menembus tempat-tempat pemeriksaan polisi (checkpoints) yang ada dimana-mana dan menyembunyikan diri sampai sekarang adalah sebuah tanda tanya besar untuk polisi Canada.

Mereka yang melanggar hukum biasanya melakukan kejahatan secara tersembunyi.  Jika apa yang mereka lakukan diketahui polisi mereka akan melarikan diri supaya tidak tertangkap. Dalam kenyataannya, polisi tidak selalu bisa menyelesaikan kasus kejahatan karena adanya hal-hal yang tidak dapat ditemukan, seperti bukti kejahatan, saksi kejahatan dan pelaku kejahatan itu sendiri. Selang beberapa tahun, polisi mungkin saja terpaksa menutup kasus itu karena tidak adanya kemungkinan untuk mencari jawabannya. Kasus itu kemudian menjadi cold case. Kasus sulit yang belum terselesaikan dan yang terpaksa dikesampingkan untuk sementara waktu.

Banyak kasus cold case yang akhirnya tidak terselesaikan. Orang kemudian melupakan kasus-kasus itu. Setelah bertahun-tahun, ada kemungkinan bahwa pelaku kejahatan itu sendiri sudah meninggal dunia. Mereka tidak pernah mendapat hukuman atas kejahatan yang pernah dilakukan dan dengan demikian tidak ada seorang pun yang tahu pasti siapa dan dimana pelaku kejahatan itu. Kecuali Tuhan.

Tuhan yang mahatahu tentunya bisa melihat siapa yang berbuat kejahatan. Ia juga tahu apa yang terjadi. Tuhan sering dikatakan orang sebagai Tuhan yang mengawasi manusia dari jauh. God is watching us from a distance, begitulah syair sebuah lagu yang terkenal. Memang, diantara mereka yang percaya adanya Tuhan, sebagian merasa bahwa Tuhan itu jauh dan tidak melibatkan diri dalam kehidupan manusia. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang tidak merasa takut jika mereka melakukan apa yang jahat. Tidaklah aneh jika ada orang Kristen yang mengabaikan Tuhan dalam hidup dan tingkah lakunya karena Tuhan itu jauh dan tidak terlihat.

Ayat di atas ditulis oleh Daud yang menyadari bahwa Tuhan tidaklah “nun jauh di sana”. Tuhan ada di mana saja dan Ia tahu segala apa yang terjadi dan kita lakukan dalam hidup kita. Daud juga menyadari bahwa Roh Tuhan menyertai dia, kemana pun ia pergi.

Seperti Daud, sebagai orang Kristen kita tentunya bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Jika tidak demikian, mungkin kita belum yakin bahwa Tuhan yang mahakasih senantiasa menyertai umatNya. Tuhan tidak saja mengikuti apa yang kita jalani dalam hidup ini, Ia juga tinggal dalam hati kita. Roh Kudus adalah Roh Allah yang mau membimbing kita dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kita harus sadar bahwa Tuhan yang dekat tidaklah boleh diabaikan. Tuhan tahu apa yang kita lakukan dan Ia tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bagi Tuhan tidaklah ada cold case. Tuhan selalu bisa melihat segala sesuatu, menyelesaikan semua perkara dan menentukan apa yang akan terjadi. Karena itu biarlah kita boleh menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Dia yang dekat.

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” Mazmur 139: 23 – 24

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s