Bersatu dalam Tuhan

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 18: 25

Akhir pekan ini saya mengikuti sebuah retret gereja yang diadakan di sebuah tempat camping di gunung Tamborine, Queensland. Seperti yang kita ketahui, retret (retreat)  pada umumnya diartikan sebagai gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri kita dari kegiatan sehari-hari.

Retret dapat berarti sebuah pengalaman mengasingkan diri bersama dengan sebuah kelompok/komunitas orang seiman. Dalam arti luas, ini bisa berupa pertemuan doa, kebaktian kebangunan rohani atau kebaktian gereja. Kegiatan semacam ini dipandang perlu untuk membawa pembaharuan atau penyegaran hidup rohani. Walaupun demikian, tidak semua orang Kristen menyadari perlunya retret. Lebih parah lagi, ada orang Kristen yang tidak sadar akan pentingnya untuk ke gereja setiap hari Minggu.

Banyak orang Kristen mengeluh bahwa di zaman ini, sangat sulit untuk mempraktikkan cara hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Jika di negara-negara tertentu orang Kristen tidak bebas untuk beragama, di tempat lain orang Kristen justru bisa mengalami berbagai masalah karena adanya kebebasan beragama.

Dengan kesibukan manusia dan kebebasan manusia untuk memilih kepercayaannya, datanglah kebebasan manusia untuk tidak mengamalkan imannya. Karena itu di negara yang maju, orang kurang merasakan keharusan untuk bersekutu dalam Tuhan. Dengan kata lain, kebebasan beragama adalah identik dengan kebebasan untuk tidak beragama. Dan di antara orang yang mengaku Kristen, mungkin ada yang yakin bahwa mereka tidak perlu untuk pergi ke gereja atau ke persekutuan orang seiman yang lain.

Ayat di atas ditulis oleh rasul Paulus yang mengingatkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, seperti retret atau kebaktian gereja. Memang banyak orang sudah terbiasa untuk menggunakan segala kesempatan untuk mencari kegembiraan duniawi. Apalagi karena mereka sehari-harinya sudah sibuk bekerja mencari nafkah. Walaupun demikian, karena kita sadar bahwa kedatangan Tuhan bisa terjadi sewaktu-waktu, kita harus selalu berjaga-jaga dan mau saling menasihati dalam hal menumbuhkan kerohanian kita, dan semakin giat untuk melakukan apa yang baik untuk membina hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Dengan demikian, biarlah kita makin bersemangat dalam mengikuti persekutuan orang percaya dalam bentuk apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s