Dari mana datangnya kejahatan?

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.” Roma 1: 28 – 29

Dua pembunuhan masal dalam seminggu di Amerika bukanlah berita yang bisa diabaikan. Berita sedih seperti ini ingin kita hindari, tetapi rupanya sudah menjadi hal yang biasa muncul di media dari negara manapun. Mengapa bisa timbul rasa kebencian yang luar biasa yang membuat orang tega untuk mencelakai sesama manusia yang tidak mereka kenal atau bersalah terhadap mereka? Mengapa ada orang-orang yang mendapat kepuasan dengan mencelakakan orang lain?

Hal-hal ini memang patut kita renungkan, karena dunia ini kelihatannya bertambah jahat. Memang secara keseluruhan dunia ini makin sadar akan nilai-nilai kemanusiaan. Tetapi pada lain pihak, manusia di zaman ini makin terbiasa untuk merasa bahwa hidup mereka ada di tangan mereka sendiri. Tuhan jika memang ada, bukanlah Oknum yang harus disegani dan dihormati.

Manusia dimana saja memang selalu ingin untuk merdeka dalam hidup. Jika dulu orang mendambakan kemerdekaan dari kungkungan orang lain dan dari jajahan negara lain, sekarang orang yang hidup di banyak negara maju dan merdeka, dengan sengaja menginginkan kemerdekaan dari Tuhan dan hukumNya.

Dengan memikirkan adanya Tuhan, manusia mungkin merasa terhambat untuk bisa hidup sebagaimana yang mereka maui. Karena itu, banyak orang yang sengaja melupakan adanya Tuhan. Dalam banyak keluarga, orangtua tidak lagi mendidik anak-anak mereka hal takut akan Tuhan. Jika Tuhan bisa dilupakan, anak-anak mereka akan lebih bisa mencapai apa saja yang mereka cita-citakan. Benarkah begitu?

Ayat di atas menyatakan bahwa jika manusia merasa tidak perlu mengakui Allah, maka Allah tidak mau mengakui mereka sebagai umatNya. Allah tidak akan membimbing mereka yang tidak mau percaya kepadaNya. Terhadap mereka yang dengan sengaja mengabaikan Dia, Tuhan akan menolak mereka dan membiarkan mereka jatuh kedalam berbagai dosa yang membawa ke arah kehancuran hidup mereka.

Kembali ke soal kejahatan manusia yang makin marak, bagaimanakah kita harus mengambil sikap dalam situasi seperti ini? Sebagai orang Kristen kita harus tetap berani untuk meyakinkan orang lain bahwa takut akan Tuhan adalah kunci perdamaian antar umat manusia dan antara manusia dan Tuhannya. Takut akan Tuhan haruslah ditanamkan pada setiap insan sejak kecil dan dipelihara sampai akhir hayat.

“Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang” 2 Korintus 5: 12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s