Pujilah Tuhan yang Mahaesa

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” Mazmur 104: 24

Akhir pekan ini saya mengunjungi Uluru yang dulu dikenal dengan nama Ayers Rock, yaitu bukit batu karang sandstone yang utuh (monolith), yang terletak di tengah benua Australia. Uluru dianggap tanah keramat oleh penduduk asli Australia dan diperkirakan mulai terbentuk sekitar 550 juta tahun yang lalu.

Uluru ada ditengah daerah “tanah merah” dan penduduknya hidup dari turisme saja. Bukit batu karang setinggi 348 meter ini terletak di dalam taman nasional Uluru-Kata Tjuta. Penerbangan dari Brisbane ke desa Uluru memakan waktu 3 jam untuk menempuh jarak sekitar 3200 km.

Melihat Uluru dengan mata-kepala membuat saya kagum bagaimana batu sebesar itu bisa muncul dari dalam perut bumi. Seperti pemazmur dalam ayat di atas yang memuji Tuhan, rasa takjub ada dalam hati saya atas kebesaran Tuhan. Memang bagi mereka yang percaya adanya Tuhan, tentu saja apa yang ada di jagad raya terjadi karena pekerjaanNya. Walaupun demikian, sesuai dengan kepercayaan animisme dan menurut kisah yang diturunkan dari generasi ke generasi, terbentuknya Uluru oleh penduduk setempat dihubungkan dengan pekerjaan berbagai roh nenek moyang mereka.

Berbeda dengan banyak kepercayaan lain, kekristenan adalah dilandaskan kepada adanya satu Tuhan yang mahakuasa, yang menciptakan langit dan bumi. Tuhan yang kita kenal adalah Tuhan bukan saja oknum yang memberikan kesempatan bagi kita untuk menikmati berkatNya selama kita hidup di dunia, tetapi juga yang memungkinkan kita untuk menjadi ciptaan yang baru dalam darah Kristus sehingga kita bisa melanjutkan hidup kita bersamaNya di surga. Kristus juga sudah mengaruniakan Roh KudusNya untuk membimbing kita hari demi hari, sehingga semakin lama hidup kita menjadi seperti Dia.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5: 17

Pada hari Minggu ini, kita boleh menyatakan kepercayaan kita bahwa Tuhan adalah pencipta langit dan bumi. Tetapi selain itu, kita juga harus meyakini bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu adanya. Karena kasih Tuhan sajalah kita ada di dunia, dan karena kasihNya juga, kita bisa menjadi ciptaan baru. Biarlah kita bisa hidup dengan rasa syukur bahwa kita mempunyai satu Tuhan yang tidak hanya mahakuasa, tetapi juga mahakasih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s