Pakailah kesempatan yang ada

“Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” Roma 2: 4

Hari ini saya meninggalkan Beijing untuk menuju ke Shanghai dengan menggunakan kereta api yang berkecepatan 300 km per jam (high speed train). Jam 7 pagi saya sudah berada di stasiun Beijing Selatan untuk check in dan melihat sudah banyak orang yang menunggu saat boarding ke kereta masing-masing.

Walaupun stasiun modern ini nampak sibuk, kelihatannya para penumpang mau menunggu dengan sabar dan mengantri dengan tertib seperti di airport saja. Ini agak berbeda dengan suasana yang saya lihat 20 tahun yang lalu, dan juga dengan keadaan di beberapa negara Asia lainnya, dimana orang masih sering terlihat dorong mendorong.

Apa yang bisa membuat orang untuk mengubah gaya dan cara hidupnya? Tentu adanya pengarahan dan pendidikan bisa memperbaiki kehidupan masyarakat. Tetapi, ini hanya bisa terjadi jika kesempatan yang ada kemudian dipakai seseorang dalam kurun waktu yang tersedia. Bagi setiap insan, kesempatan tidak selalu ada atau ada untuk selamanya. Bagi setiap orang, keputusan ada di tangan sendiri untuk bisa berubah menjadi makin baik.

Ayat di atas mengingatkan bahwa kesempatan bagi setiap orang yang belum percaya untuk bertobat datang dari Tuhan. Karena itu, mereka seharusnya tidak menganggap sepi kemurahan Tuhan, kesabaranNya dan kelapangan hatiNya. Setiap orang seharusnya sadar bahwa maksud kemurahan Tuhan selama orang hidup di dunia adalah menuntunnya kepada pertobatan, dan untuk itu kesabaranNya ada batasnya.

Mereka yang berkeras hati, yang tidak mau bertobat, akan menimbun murka atas dirinya sendiri dan pada waktunya akan menerima hukuman Tuhan, karena Ia yang adil akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

Jika kesempatan dari Tuhan bagi mereka yang belum bertobat adalah terbatas, kesempatan yang serupa bagi kita orang percaya untuk memperbaiki cara hidup kita juga tidak boleh diabaikan. Jika kita benar-benar umat Tuhan, tidak mungkin dengan sengaja memilih untuk mengulangi dosa-dosa lama kita yang sudah diampuniNya. Jika kita benar-benar taat kepada Tuhan, tidak mungkin kita menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan.

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” Roma 6: 1 – 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s