Kenakanlah perhiasan yang abadi

“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” 1 Petrus 3: 3 – 4

Dalam perjalanan ke Tiongkok saya sempat mengunjungi beberapa pusat pembuatan cenderamata. Dari situ saya bisa melihat bagaimana bangsa ini begitu menghargai batu giok (jade) yang adalah salah satu dari jenis batu permata yang umumnya berwarna hijau yang mengandung beberapa unsur mineral.

Batu giok adalah batu nasional Tiongkok dan dianggap sebagai batu yang membawa kemujuran, kesehatan dan kebahagiaan pemakainya. Jika batu giok yang keras dipakai sebagai perhiasan seperti gelang dan kalung, batu giok yang lunak bisa dibuat bahan kerajinan tangan atau ornamen seperti ukir-ukiran.

Karena makin sulitnya untuk memperoleh batu ini, harganya terus meningkat. Walaupun tidak murah, sebagian orang tetap saja ingin untuk membeli perhiasan dan ornamen batu giok asli dari Tiongkok.

Pada saat rasul Petrus menulis ayat di atas, mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa di beberapa tempat di dunia, giok sudah diagungkan sebagai “batu penyelamat” bahkan sebagai “batu kesehatan” oleh suku-suku bangsa di Asia Timur dan di benua Afrika ataupun Amerika, termasuk oleh suku Maya dan Inca. Walaupun demikian, rasul Petrus tahu bahwa banyak orang yang merasa bangga jika dapat mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau mengenakan pakaian yang indah-indah.

Lebih mencolok dari masa silam, di zaman modern ini kebahagiaan orang, baik pria maupun wanita, sering diukur dengan kemampuan untuk memakai segala sesuatu yang serba gemerlapan dan serba “wah”. Mereka mungkin tidak sadar bahwa di hadapan Tuhan semua itu tidak ada artinya. Apapun yang ada di dunia adalah benda fana yang tidak abadi. Dengan demikian, semua benda jasmani yang dibanggakan manusia adalah kebodohan bagi Allah.

Pagi ini ayat di atas mengingatkan kita bahwa jika kita ingin terlihat indah dalam pandangan Allah, kita harus mengenakan apa yang abadi, yang diberikanNya kepada kita untuk memuliakan Dia. Setelah mengenal dan percaya kepada Yesus, Roh Kudus yang tinggal dalam hati kita seharusnya sudah membuat kita sadar bahwa keindahan dari dalam hati kita adalah jauh lebih berharga dari benda apapun.

Adanya kasih, rasa syukur, kesabaran, kelemahlembutan, kerendahan hati dan segala apa yang baik secara rohani adalah “perhiasan” berharga di mata Allah. Mengapa pula kita masih lebih mementingkan penampilan lahiriah daripada batiniah? Dan adakah alasan bagi kita untuk tidak mau berubah dari penampilan lama kita untuk mengenakan apa yang benar-benar indah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s