Berserah dengan keyakinan

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3: 11

Hari ini adalah hari terakhir di Shanghai sebelum terbang kembali ke Australia. Kunjungan singkat ke Tiongkok sudah hampir berakhir dan esok hari saya tentunya harus kembali ke acara rutin sehari-hari. Berbagai hal yang sudah bisa dilihat dan dinikmati selama beberapa hari ini membuat saya bersyukur.

Apa yang ada saat ini memang sangat berbeda dengan apa yang saya alami pada kunjungan pertama saya ke Tiongkok dua puluh tahun yang lalu. Tuhan bukan saja memberikan berkatNya untuk bangsa dan orang tertentu, tetapi Ia juga menunjukkan kasihNya kepada semua orang di dunia. Tuhan memang bisa membuat apa yang kurang baik menjadi baik pada waktunya.

Ayat di atas sering dikutip orang untuk menyatakan kepercayaan bahwa Tuhan yang mahakasih adalah Tuhan yang memegang kontrol atas segala sesuatu. Ialah yang membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Bagian pertama ayat ini memang bisa dipakai untuk semboyan berpikir secara positif. Tetapi secara keseluruhan, ayat ini sebenarnya tidak mudah dimengerti. Apa arti “Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka”?

Kekekalan disini dapat diartikan sebagai apa yang tidak dapat dilihat mata manusia. Mata manusia hanya bisa melihat apa yang muncul di depan mereka. Dengan demikian, manusia merasa senang ketika mendapatkan apa yang diingininya dan merasa sedih jika apa yang terjadi tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada pihak yang lain, Tuhan memberikan kekekalan hanya kepada orang-orang yang percaya kepadaNya.

Manusia yang tidak mengenal Tuhan hanya bisa merasa bahagia jika apa yang indah dan nyaman muncul dalam hidupnya di dunia. Apa yang bisa dinikmati manusia adalah apa yang dirasakan oleh pancaindera. Tetapi, pancaindera manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Dengan demikian, manusia mudah merasa sedih atau putus asa jika apa yang indah tidak kunjung datang.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan pasti membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Lebih dari itu, Tuhan sudah memberikan pengertian akan kekekalan dalam hati kita. Kita mengerti bahwa apa yang indah di mata, belum tentu indah untuk selamanya. Sebaliknya kita tahu bahwa apa yang kekal adalah indah untuk selamanya.

Keselamatan kita adalah kekal karena kasih Tuhan yang tidak berkesudahan. Sekalipun orang lain tidak dapat memahaminya, kita sadar bahwa Tuhan bekerja dari awal sampai akhir untuk kebaikan umatNya. Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, kita tidak akan ragu akan kesetiaan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s