Hal mendidik anak

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” Amsal 1: 8 – 9

Sejak kemarin, media Australia heboh dengan berita tentang terpuruknya tingkat pendidikan sekolah menengah di Australia. Ranking PISA (Program International Student Assessment) yang terbaru menyebutkan bahwa secara umum anak remaja Australia ketinggalan dalam hal matematik, sains dan bahasa dari anak seumur yang tinggal di Shanghai dan Singapura. Dalam hal ini, bukan saja Australia yang terpukul, tetapi juga banyak negara barat termasuk Amerika dan Inggris. Mengapa mundurnya pendidikan separah ini bisa terjadi di negara-negara yang terbilang maju dan makmur?

Pagi ini, tentu saja beberapa tokoh pendidikan Australia mendapat giliran wawancara di TV.  Mereka semua merasa terbeban dengan kemunduran pendidikan sekolah menengah dan berjanji akan berusaha memperbaikinya. Di berbagai media, banyak juga orang yang ikut berkomentar dan memberi pendapat bagaimana hal ini bisa terjadi dan bagaimana ini bisa diatasi.

Di antara komentar yang muncul, ada beberapa hal yang sangat menarik untuk di simak. Yang pertama adalah kenyataan bahwa sudah lama pendidikan anak di Australia “diperlunak” dengan alasan untuk tidak menyebabkan rasa terpukul terhadap mereka yang kurang berhasil. Guru-guru tidak dapat lagi memakai kata-kata seperti “gagal”, “tidak memenuhi syarat” atau “buruk”. Sebagai akibatnya, banyak orang yang merasa bahwa anak sekolah di zaman ini menjadi kurang serius dalam belajar. Mereka kemudian menyia-nyiakan pelajaran yang diterimanya dengan merasa puas atas hasil “asal lulus” saja.

Kesulitan yang kedua, menurut beberapa tokoh pendidikan adalah berkurangnya peranan orang tua dalam pendidikan anak-anaknya. Banyak orang tua yang karena sibuk dengan pekerjaannya, tidak mempunyai waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Mereka menganggap bahwa pendidikan anak adalah tugas guru di sekolah.

Masalah yang ketiga ialah sulitnya mendapatkan guru-guru yang berkualitas tinggi. Adalah kenyataan bahwa di antara mereka yang masuk ke universitas untuk belajar menjadi guru, banyak yang sebenarnya terpaksa karena tidak bisa memasuki jurusan lain. Lebih dari itu, satu dari sepuluh orang yang belajar untuk menjadi guru sains misalnya, sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk mengajar bidang itu.

Terlepas dari banyaknya kemungkinan penyebab kemunduran  pendidikan anak yang dikemukakan orang, adalah kenyataan bahwa di dunia barat peranan orang tua sudah sangat berkurang. Tambahan lagi, bentuk dan fungsi orang tua di zaman ini juga sudah berubah sehingga anak-anak mereka tidak lagi merasa perlu untuk belajar dari orangtua. Berbeda dari apa yang tertulis dalam Amsal di atas, banyak anak  di zaman ini yang mengabaikan didikan ayah dan menyia-nyiakan ajaran ibu mereka. Mereka lebih senang belajar dari teman-teman seumur. Dengan demikian, rasa hormat anak kepada orang tuanya menjadi berkurang dan orang tua mulai kehilangan pengaruh terhadap anak-anaknya.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan bahwa peranan orang tua adalah sangat besar dalam pendidikan anak-anaknya. Pendidikan bukan saja yang menyangkut pengetahuan, tetapi justru lebih penting dalam hal moral dan etika. Orang tua harus bisa memberikan bimbingan yang baik berdasarkan prinsip kasih sesuai dengan firman Tuhan agar anak-anak mereka bisa memakainya seperti sebuah karangan bunga yang indah bagi kepala mereka, dan seperti kalung bagi leher mereka. Generasi muda akan bisa belajar dari generasi sebelumnya, jika mereka bisa melihat nilai dan manfaat dari apa yang diajarkan dan dipraktikkan dalam hidup sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s