Pertumbuhan kerohanian terjadi karena adanya kemauan

“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan” 1 Petrus 2: 2

Tinggal 4 hari lagi kita akan merayakan hari Natal, dan seminggu kemudian Tahun baru akan datang. Waktu berjalan cepat sekali dan tak terasa umur kita akan bertambah satu tahun. Apa yang sudah anda capai selama setahun? Apa yang ingin anda lakukan pada tahun yang akan datang? Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang bisa muncul, sekalipun tidak semua orang mau memikirkannya. Bagi banyak orang tahun demi tahun berlalu tanpa adanya perubahan dalam hidupnya kecuali uban yang mulai bermunculan.

Bagi saya, tahun yang lalu bukanlah tahun yang biasa; tetapi sebaliknya itu adalah tahun yang signifikan, karena saya memperoleh cucu yang pertama. Pada tahun ini cucu saya mencapai usia satu tahun. Seperti orang lain yang beruntung untuk bisa melihat pertumbuhan seorang bayi, perasaan kagum atas kebesaran dan kasih Tuhan muncul dalam hati saya, bagaimana bayi yang mulanya kecil dan tidak berdaya, kemudian tumbuh perlahan-lahan sehingga setelah satu tahun ia bisa mulai berjalan dan mengucapkan satu atau dua patah kata.

Pertumbuhan seorang bayi sebenarnya adalah hal yang ajaib. Pertumbuhan yang baik hanya bisa terjadi dengan adanya nutrisi yang baik dan juga perhatian orang tua yang cukup. Pertumbuhan bayi itu bukan saja secara jasmani, yang menyangkut pertumbuhan badan, tetapi juga secara rohani, yang menyangkut pertumbuhan emosi, perasaan dan pengertian.

Ayat di atas memberi anjuran bagi umat Kristen untuk tumbuh seperti seorang bayi, yang hanya bisa mengalami pertumbuhan yang sehat melalui makanan yang sehat dan bernutrisi. Pertumbuhan yang dimaksudkan oleh rasul Petrus sudah tentu adalah pertumbuhan rohani. Petrus memberi nasihat ini karena adanya tiga kemungkinan yang bisa terjadi pada orang Kristen.

Ada orang Kristen yang tidak pernah tumbuh secara rohani. Mereka tidak tertarik untuk lebih mengenal Tuhan. Mereka merasa bahwa keselamatan yang mereka terima melalui Kristus sudahlah cukup. Mereka tidak tertarik untuk ke gereja secara teratur, atau untuk mempelajari firman Tuhan, atau untuk melayani sesamanya. Orang yang sedemikian tidak sadar bahwa secara rohani mereka tetap kecil dan bahkan kerdil, sehingga lambat laun akan bisa tenggelam dalam masalah hidup yang besar.

Orang Kristen yang lain, menyadari pentingnya pertumbuhan rohani dan ingin menerima makanan rohani. Tetapi, karena selalu memikirkan apa yang terlihat baik di depan mata, mereka kemudian memilih makanan rohani yang tidak murni. Makanan yang sudah tercemar membuat kerohanian mereka tumbuh, tetapi tidak secara sehat. Dengan demikian, emosi, perasaan dan pengertian mereka ikut dipengaruhi oleh berbagai pengajaran dan kebiasaan yang salah. Mereka kemudian hidup. dengan cara yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan.

Petrus mengingatkan mereka yang ingin mempunyai kerohanian yang dewasa, kuat dan sehat, haruslah mau untuk memilih makanan yang murni dan yang rohani, supaya olehnya mereka bertumbuh dengan baik sampai saatnya mereka mengakhiri hidup mereka di dunia dan menerima mahkota keselamatan dari Tuhan. Ini tidak mudah dilakukan karena membutuhkan kemauan. Tetapi, pada suasana Natal ini kita bisa membayangkan bagaimana bayi Yesus yang kecil kemudian bertumbuh dan bisa menjadi Juruselamat manusia karena Ia taat kepada perintah Sang Bapa. Seperti itulah kita bisa bertumbuh dan memuliakan Bapa jika kita mau mempelajari dan melaksanakan firmanNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s