Pujian kepada kaum ibu

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.” Amsal 31: 30

Bacaan: Amsal 31: 10 – 31

Hari ini adalah Hari Ibu atau Mother’s Day di Indonesia. Berbeda dengan banyak negara di dunia yang merayakan hari ibu pada minggu ke dua bulan Mei, Indonesia merayakannya pada tanggal 22 Desember, tiga hari sebelum hari Natal. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Bagi saya, dekatnya hari ini dengan hari Natal adalah suatu hal yang baik. Mengapa demikian? Karena pada hari Natal, seorang perempuan sudah menjadi ibu dari seorang Raja di atas segala raja, Yesus Kristus. Kitab Lukas 1: 35 – 45 menjelaskan bahwa dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, ke tempat kediaman seorang perawan yang bernama Maria, dan membawa kabar bahwa ia akan mengandung seorang bayi. Maria dengan demikian adalah pilihan Allah, dan karena itu kita tidak boleh melupakan peranannya dalam membesarkan Yesus.

Mengapa Allah memilih Maria sebagai ibu Yesus? Sekalipun kita tidak tahu jalan pikiran Tuhan, kita tentu yakin bahwa Ia sudah memilih seorang perempuan yang terbaik untuk menjadi ibu Yesus. Maria bukan dipilih karena ia cantik, pandai, kaya atau pun bangsawan. Maria adalah gadis sederhana yang rendah hati dan takut akan Tuhan (Lukas 1: 38). Karena itu, Maria menyambut keputusan Tuhan itu dengan sangat gembira.

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” Lukas 1: 46 – 49

Hari ini adalah Hari Ibu, dan pada hari ini kita mengucapkan syukur kepada Tuhan karena ada banyak wanita yang seperti Maria, sudah dipilih Tuhan untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Itu bukan karena mereka adalah orang-orang cantik atau terlihat baik dalam mata manusia, tetapi mereka adalah orang-orang yang takut akan Tuhan.

Amsal 31: 10 – 31 menunjukkan bahwa seorang ibu yang baik adalah orang yang jujur, rajin, dan mau berkurban untuk keluarganya sehingga suami dan anak-anaknya memuji dia. Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi ia melebihi mereka semua karena ia takut akan Tuhan. Ibu dan istri yang baik selalu hidup menurut firman Tuhan, bukan menurut tradisi dan kebiasaan. Jika wanita lain menjadi ibu atau istri yang hanya menurut apa yang dikatakan sang suami, mereka yang bijaksana seperti Maria akan menimbang apa yang terbaik untuk Tuhan. Jika tradisi mengharuskan mereka tinggal di bawah bayang-bayang orang lain, seorang wanita yang sadar akan panggilan Tuhan akan mempunyai keberanian dan tekad untuk menghadapi hari depan dan selalu siap untuk memuliakan nama Tuhan.

Selamat Hari Ibu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s