Yesus adalah hadiah Natal yang terbesar

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Lukas 2: 11 – 12

Hari Natal sudah datang. Bagi banyak anak kecil di Australia, hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan sejak beberapa bulan yang lalu. Mereka yang sudah mengharapkan untuk mendapat hadiah Natal tertentu, mungkin bangun pagi-pagi sekali untuk membuka hadiah yang terletak di bawah pohon Natal. Anak-anak yang masih memercayai adanya Santa atau Sinterklas mungkin segera memeriksa isi kantung hadiah yang tergantung di depan pintu. Mereka akan bersukacita jika hadiah yang diharapkan benar-benar datang, dan kecewa jika apa yang mereka terima tidak sesuai dengan apa yang diimpikan.

Jika seorang anak mempunyai harapan untuk menerima hadiah Natal, bagaimana pula dengan mereka yang sudah dewasa? Mereka mungkin saja menerima hadiah dari orang tua, kerabat atau teman dekat, jika kebiasaan tukar menukar kado masih dipertahankan. Tetapi, berbeda dengan anak-anak, hadiah Natal orang dewasa seringkali bukan yang mereka harapkan atau butuhkan. Karena itu, sesudah hari Natal banyak hadiah yang tidak terpakai terpaksa diberikan kepada orang lain atau dibuang, termasuk hadiah yang berupa anjing atau kucing yang tidak diingini.

Natal bagi sebagian orang dewasa mungkin hanyalah hari yang datang dan pergi tanpa membawa kesan istimewa. Karena itu, mereka mungkin setuju bahwa hari Natal hanya bisa dinikmati oleh anak-anak. Hari Natal bagi mereka mungkin bukan sesuatu yang dinantikan karena mereka tidak mengharapkan hadiah dari orang lain. Jika pun mereka membutuhkan sesuatu, mereka toh bisa membelinya. Pada pihak yang lain, banyak orang dewasa yang masih mengharapkan sesuatu yang sangat dibutuhkan, tetapi itu tidak bisa dibeli atau didapat dari orang lain. Natal demi Natal datang dan pergi, tetapi apa yang mereka harapkan tidak pernah terjadi.

Hari Natal sebenarnya bukan hari biasa, karena itu adalah perwujudan janji Allah yang pernah dinyatakanNya segera setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ribuan tahun berlalu dan banyak orang yang menantikan kedatangan Mesias merasa kecewa karena itu tidak terjadi dalam kurun hidup mereka. Tetapi kita beruntung karena Yesus sudah datang dua ribu tahun yang lalu. Janji Allah sudah digenapi dan hadiah Natal terbesar sudah dikaruniakanNya dalam bentuk seorang bayi yang dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan di Betlehem.

Bagaimana perasaan anda di hari Natal ini? Masih adakah sukacita di hati anda karena Allah sudah menepati janjiNya? Adakah rasa sukacita dalam hati anda karena kelahiran Yesus sudah membawa keselamatan kepada setiap orang percaya? Ataukah masih ada kerisauan dalam hati anda karena adanya sesuatu yang masih dinanti-nantikan? Semoga kita tetap dapat mempunyai rasa syukur atas hadiah Natal terbesar dalam hidup kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s