Belas kasihan adalah lebih baik dari persembahan

“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Matius 9: 13

Beberapa hari lagi tahun 2020 akan datang. Bagi banyak orang, memasuki tahun baru berarti kesempatan untuk membuat rencana baru yang dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan yang sekarang. Sebagai manusia yang tidak sempurna, tetapi yang diberi Tuhan kemampuan untuk menilai keadaan, adalah wajar jika orang ingin untuk makin bisa memperbaiki apa yang ada, baik itu tentang diri sendiri atau pun keadaan di sekelilingnya.

Tidak semua orang ingin atau bisa untuk berubah dan mengubah. Seorang tokoh industrialis abad 19 yang bernama John H. Patterson pernah berkata: ““Only fools and dead men don’t change their minds. Fools won’t and dead men can’t” yang artinya “Hanya orang bodoh dan orang yang sudah mati yang tidak berubah pikiran. Orang bodoh tidak mau dan orang mati tidak bisa”. Dalam kenyataannya, dengan berlalunya tahun 2019 tentu ada orang yang tidak sadar akan kekurangan yang ada dan banyak juga yang tidak mau berbuat apa pun sekalipun tahu apa yang perlu diperbaiki di tahun 2020.

Orang Farisi adalah contoh orang yang bodoh dan keras kepala. Berkali-kali Yesus memperingatkan dan menegur mereka, tetapi mereka tetap tidak mau berubah dalam hidup kerohanian mereka, dan tidak mau menerima Yesus sebagai Mesias. Pikiran mereka sudah menjadi bodoh dan hati mereka sudah menjadi keras, sehingga mereka justru berusaha mencari kesalahan Yesus dan murid-muridNya.

Pada waktu itu, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang yang dianggap sesat hidupnya, yang kemudian makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit”. Matius 9: 10 – 12.

Yesus mengingatkan orang Farisi bahwa Ia datang untuk menyelamatkan orang berdosa, dengan demikian semua orang yang mau bertobat dari hidup lamanya dan yang menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Orang Farisi adalah orang yang mementingkan ritual dan hukum agama dan karena itu merasa yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang paling benar. Orang Farisi juga mempunyai aturan khusus untuk memberikan persembahan kepada Allah. Mereka yang merasa suci itu berpendapat bahwa orang lain bukanlah orang yang perlu dikasihi atau dikasihani. Bagi mereka orang lain adalah orang yang tidak sempurna, untuk tidak dikatakan kafir.

Yesus menegur orang Farisi karena mereka yang begitu mendalami hal keagamaan ternyata sangat lemah dalam pengertian tentang keadilan, belas kasihan, dan iman. Mereka tidak sadar bahwa di hadapan Tuhan, semua orang adalah sama-sama orang berdosa.

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Matius 23: 23

Karena itu, dalam ayat pembukaan di atas Ia menjelaskan bahwa yang dikehendakiNya ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Ia justru datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Dalam memasuki tahun 2020 ini, marilah kita memikirkan bagaimana kita bisa memperbaiki kehidupan rohani kita. Bukan dengan mempelajari hukum dan firman Tuhan saja, tetapi dengan melaksanakannya. Adalah lebih mudah bagi kita untuk menghafalkan ayat-ayat Alkitab daripada menjalankannya, tetapi itu bukan yang dikehendakiNya.

Hukum utama yang diajarkan Yesus adalah hukum kasih, dan dengan itu wajiblah kita belajar untuk lebih bisa mengerti keadaan, penderitaan, kebutuhan, dan perasaan orang lain. Dengan demikian, kita akan bisa mempunyai rasa belas kasihan yang lebih besar kepada sesama manusia, baik yang Kristen maupun yang bukan Kristen. Ini tidak mudah, tetapi kita bisa memohon bimbingan Tuhan untuk mengubah cara hidup kita. Semoga dalam tahun 2020 kita akan lebih bisa untuk mengerti keadaan orang lain, menolong mereka yang menderita, dan membawa mereka ke jalan yang benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s