Hidup kita, tanggung jawab kita

“Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” Roma 14: 12

Hari tahun baru sudah di ambang pintu, dan bagi banyak orang itu adalah kesempatan untuk berpesta-ria. Memang menyambut datangnya tanggal 1 Januari itu adalah tradisi hampir semua bangsa, tetapi tidak semua orang yang merayakannya memakai kesempatan itu untuk menganalisa hidupnya selama tahun yang silam.

Apa yang sudah aku capai dalam tahun 2019? Apakah aku sudah memperoleh apa yang aku inginkan? Adakah hal yang belum tercapai selama setahun ini? Mungkin begitu pertanyaan seseorang kepada diri sendiri, jika ia mau meneliti hidupnya pada akhir tahun. Tetapi ada banyak orang yang memilih untuk tidak memikirkan hal-hal itu, terutama jika apa yang diharapkan tidak tercapai. Apalagi mereka yang sering mengalami badai kehidupan, mereka mungkin hanya ingin melupakan semua itu.

Bagi mereka yang beriman, sebenarnya berbagai hal di atas tidaklah penting. Bagi mereka, mencapai kesuksesan hidup duniawi bukanlah sesuatu yang didambakan. Sebaliknya, orang Kristen lebih mementingkan ketaatan kepada Kristus. Oleh sebab itu, akhir tahun adalah kesempatan bagi setiap orang percaya untuk meneliti apa yang sudah dilakukan selama setahun ini, sehubungan dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Apakah kita sudah bertumbuh secara rohani sesuai dengan apa yang dikehendakiNya?

Ada banyak orang Kristen yang tidak pernah bertumbuh secara rohani. Tahun demi tahun lewat, tetapi mereka tetap hidup seperti orang yang belum dewasa secara iman. Mereka mengaku Kristen karena ke gereja atau sesekali membaca Alkitab, tetapi tidak hidup menurut firmanNya. Baik dalam kelakuan, perkataan, pikiran , dan perbuatan, mereka hampir tidak dapat dibedakan dengan mereka yang tidak mengenal Kristus.

Ada banyak orang Kristen yang masih mementingkan kesuksesan duniawi dan kecewa atau kuatir jika hidup tidak berjalan seperti yang dikehendaki. Ada juga yang selalu mengejar keuntungan dan kenikmatan dengan menghalalkan segala cara. Dan bahkan ada juga orang yang menggunakan firman Tuhan untuk mencari keuntungan pribadi. Semua itu menunjukkan hidup yang belum sepenuhnya dipakai untuk memuliakan Tuhan.

Akhir tahun adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk meneliti hidup kita, sampai dimana kita sudah berusaha untuk hidup dalam terang Kristus. Setiap orang sudah diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih jalan dan cara hidupnya. Jalan yang manakah yang sudah kita pilih? Jalan yang lebar yang membawa kematian iman atau jalan yang sempit yang menuju kepada kehidupan dalam Kristus? Firman Tuhan berkata bahwa setiap orang akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s