Berpikir positif secara Kristen

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4: 6 – 7

Hampir semua orang sekarang mengenal apa yang dinamakan “positive thinking” atau berpikir secara positif. Pada dasarnya, cara berpikir ini bukanlah barang baru. Sudah lama para ahli kejiwaan mengenal gejala dimana orang yang menanggapi hidup dari segi positifnya akan lebih bisa berhasil mencapai cita-citanya. Sebaliknya, pikiran negatif cenderung membuat orang merasa kuatir, lemah dan sulit untuk maju.

Berbagai motivator dan bahkan pendeta mengajarkan bahwa sekalipun hidup ini terasa berat, pikiran positif yang melihat segi baik dari segala kejadian bisa memberi semangat baru untuk mengatasi masalah kehidupan. Tetapi ada pertanyaan apakah positive thinking adalah sesuai dengan iman Kristen.

Positive thinking adalah apa yang juga diajarkan firman Tuhan. Tetapi, itu tidaklah sama dengan apa yang diajarkan oleh banyak motivator baik yang Kristen maupun yang bukan Kristen. Mereka yang menggembar-gemborkan cara berpikir positif sebagai upaya untuk lebih giat berusaha dan tidak mudah putus asa, umumnya mengajarkan bahwa nasib manusia ada di tangan manusia sepenuhnya. Jelas itu tidak sesuai dengan iman Kristen yang mengajarkan bahwa hidup kita bergantung kepada Tuhan sepenuhnya.

Mereka yang mengajarkan cara berpikir positif tanpa menyebutkan peranan Tuhan adalah orang-orang yang agaknya berusaha mengangkat derajat manusia agar menjadi setara dengan Tuhan. Sudah tentu itu adalah usaha yang sia-sia. Manusia tidak dapat menghilangkan ketakutan, kekuatiran dan keraguan hanya dengan kekuatan sendiri. Orang tidak dapat memperoleh rasa damai dan rasa cukup hanya dengan berpikir secara positif.

Bagi umat Kristen, berpikir secara positif adalah percaya bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu dan Ia mengasihi umatNya. Karena Ia adalah Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih, kita tidak perlu kuatir tentang apapun juga. Sebaliknya, kita bisa menyatakan segala keinginan kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dengan demikian, rasa damai dan sejahtera dari Tuhan yang luar biasa akan memelihara hati dan pikiran kita setiap hari. Cara berpikir positif yang sedemikian akan memungkinkan kita untuk memperoleh kekuatan untuk menghadapi segala tantangan dan masalah dalam hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s