Kita adalah loh Allah

“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” 2 Korintus 3: 3

Kemarin saya mendapat kesempatan untuk mendaki gunung Sinai di Mesir. Gunung ini menurut dugaan adalah tempat dimana Allah pada tahun 1300 SM memberikan dua loh batu yang berisi sepuluh hukum Tuhan untuk bangsa Israel. Untuk mencapai puncak gunung yang tingginya 2285 meter ini tidaklah terlalu mudah karena sesudah mengendarai unta untuk satu setengah jam, saya harus mendaki 750 tangga batu yang curam. Saya heran bahwa Musa yang sudah berumur 90-100 tahun waktu itu mau dan bisa mendaki gunung curam itu sebelum ada tangga.

Loh batu yang diberikan untuk umat Israel untuk ditaati ternyata tidak membuat mereka untuk bisa menjadi umat Tuhan yang baik. Sepuluh hukum Tuhan hanyalah merupakan sesuatu yang bisa dilihat, tetapi tidak dimengerti atau ditaati oleh umat Israel. Umat Israel tidak tertarik untuk mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan mereka dan karena itu bagi mereka melaksanakan hukum Tuhan adalah suatu yang sulit dilaksanakan.

Yesus sudah datang ke dunia dan meringkas sepuluh hukum Tuhan itu kedalam dua hukum kasih. Tetapi, ini pun tidak akan membuat manusia untuk mau berusaha dengan sepenuh hati untuk melaksanakannya. Itulah sebabnya Tuhan memberikan RohNya kepada mereka yang percaya agar mereka memgerti apa yang dihendaki Tuhan karena mereka bisa mendengar suara Tuhan dalam hati mereka.

Suara Roh Kudus dalam hati setiap orang Kristen seharusnya membuat mereka hidup dekat dengan Tuhan dan mau hidup menurut apa yang dikehendakiNya. Tetapi, dalam kenyataannya, adalah mudah bagi seseorang untuk mengabaikan suara Roh dalam hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, seringkali mereka yang seharusnya bisa melaksanakan perintah Tuhan dan hidupnya berubah makin lama makin baik, ternyata tidak bertumbuh menjadi orang Kristen yang dewasa secara iman.

Pagi ini, kita menyimak dari Alkitab bahwa seperti orang Israel yang sering mengabaikan hukum Tuhan yang diperoleh Musa dari Tuhan melalui penderitaan dan pengurbanannya, begitu pula kita sering mengabaikan hukum Tuhan yang sudah diberikan Yesus dalan hati kita melalui pengurbanan dan kasihNya. Mengapa sering kita mengabaikan suara Roh yang menegur kita ketika kita melakukan hal yang salah? Mengapa kita sering melupakan bahwa segala perintah Tuhan yang sudah ditulis dalam hati kita adalah untuk dilaksanakan dan bukan untuk diabaikan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s