Mengapa orang Kristen ke gereja?

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Roma 3: 23 – 24

Hari ini hari Minggu dan saya yang masih berada di Jakarta melihat banyak orang yang pergi ke gereja. Beribadah di gereja adalah suatu kewajiban bagi umat Kristen dan itu dipandang sebagai perbuatan yang baik. Dalam hal ini orang Kristen ingin berbuat baik karena sudah menerima keselamatan melalui pengurbanan Kristus, tetapi banyak orang yang bukan Kristen sering percaya bahwa berbuat kebaikan adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan manusia untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan.

Mereka yang sempat mempelajari Alkitab akan menemui ayat di atas yang menunjukkan bahwa untuk ukuran Tuhan yang mahasuci, tidak ada seorang pun yang bisa memperoleh keselamatan dari Tuhan karena semua orang sudah berdosa. Karena itu, segala perbuatan yang dianggap baik oleh manusia, tidaklah cukup untuk menebus dosa. Di mata Tuhan semua itu tidak berguna. Jika ada orang yang merasa bahwa ia bisa berbuat baik untuk memperoleh keselamatan dari tuhannya, pastilah “tuhan” yang sedemikian bukanlah Tuhan yang mahasuci, jadi bukan benar-benar Tuhan.

“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” Roma 3: 12

Dengan tidak adanya perbuatan yang baik di mata Tuhan, ada orang yang bertanya apakah kita perlu berusaha untuk berbuat baik. Perbuatan baik yang berharga di mata Tuhan adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah diselamatkan. Karena Tuhan sudah menebus dosa mereka, Tuhan mau menerima perbuatan baik dan persembahan mereka sebagai pernyataan syukur atas kemurahan Tuhan yang sudah lebih dulu diberikan. Dengan demikian, orang yang mengaku Kristen tetapi tidak mau atau tidak berusaha hidup seperti yang dikehendaki Tuhan, perlu merenungkan makna pengakuan mereka.

Orang yang sudah yakin bahwa Tuhan sudah menyelamatkan mereka adalah orang yang seharusnya penuh dengan sukacita. Sekalipun hidup di dunia penuh dengan tantangan, jaminan keselamatan melalui darah Kristus adalah karunia Tuhan yang tidak ada bandingnya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa mereka selalu mempunyai kerinduan untuk memuliakan Tuhan dan melakukan apa yang disukai Tuhan. Dengan demikian, mereka rajin untuk berbuat baik dan beribadah, bukan saja pada hari Minggu, tetapi setiap hari dan setiap saat.

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10: 24 – 25