Hidup adalah sebuah perjalanan

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13 – 14

Hidup adalah sebuah perjalanan. Life is a journey. Benarkah? Mungkin mereka yang sekarang ini berada di kapal pesiar Diamond Princess tidak setuju. Sampai saat ini, 3700 penumpang dan awak kapal masih dikarantina oleh pemerintah Jepang di pelabuhan Yokohama karena wabah coronavirus yang sudah menjangkiti lebih dari 200 orang di kapal itu. Karena itu, sejak tanggal 4 Febuari kapal itu tidak diperbolehkan untuk meninggalkan dermaga. Perjalanan yang diharapkan banyak orang, sekarang agaknya sudah kehilangan tujuan.

Mereka yang ingin menikmati perjalanan yang berkesan, mungkin hanya sekali seumur hidup, sekarang harus tinggal terkurung dalam kamar atau dalam kapal setidaknya selama 14 hari. Agak beruntung mereka yang mempunyai kamar yang berbalkon karena mereka masih bisa melihat pemandangan, tetapi bagi mereka yang tinggal di inside cabin, ruang yang di tengah kapal, hanya 4 tembok yang bisa mereka lihat setiap hari. Bagi mereka, hidup bukanlah sebuah perjalanan, tetapi sebuah kurungan.

Alkitab menyatakan bahwa hidup manusia di dunia memang seperti sebuah perjalanan. Itu karena hidup ini harus dijalani setiap orang untuk mencapai tujuan tertentu. Bagi sebagian orang, tujuan hidup selama di dunia adalah sesuatu yang tidak jelas. Bagi orang lain, mencapai tujuan hidup bisa dilakukan dengan santai. Mungkin hidup santai adalah apa yang diinginkan. Sebaliknya, sebagian orang mungkin percaya bahwa tujuan hidup adalah bekerja keras untuk mencapai keberhasilan di dunia. Dalam hal ini, jika tujuan hidup sulit dicapai, rasa sesal dan putus asa mungkin muncul.

Apa sebenarnya tujuan hidup orang Kristen? Orang Kristen yang mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan tentu percaya bahwa manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan. Mereka sadar bahwa karena Tuhan sudah lebih dulu menyatakan kasihNya dalam diri Yesus, mereka terpanggil untuk mengasihi Tuhan dan sesamanya. Dengan demikian tujuan hidup di dunia bukanlah untuk mencapai keuntungan dan kemegahan diri sendiri.

Hidup umat Kristen adalah suatu bagian perjalanan untuk menemui Tuhan di surga. Karena itu selama hidup di dunia, orang Kristen berusaha memusatkan pandangannya ke masa depan, ke arah persekutuan kekal dengan Tuhan dan seluruh umat percaya di surga. Dengan demikian, mereka berusaha untuk menjalani hidup dalam kebenaran. Ini tidak mudah dilakukan karena sebagai manusia yang tidak sempurna, kerapkali mereka mengalami masalah dan kegagalan.

Paulus dalam ayat di atas menyatakan bahwa ia juga harus berjuang untuk bisa hidup menurut kehendak Tuhan. Mungkin terkadang ia merasa lelah dan jemu karena perjalanan hidup yang berat, dan adanya kegagalan atau penderitaan. Walaupun demikian, ia melupakan apa yang di belakangnya dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya. Apa yang sudah terjadi dibiarkannya berlalu, tetapi dengan bersemangat ia berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu kemuliaan di surga bersama Allah karena kasihNya dalam Kristus Yesus. Hidup orang percaya memang adalah sebuah perjalanan dalam iman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s