Anak-anak Allah

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” 1 Yohanes 3: 1

Salah satu masalah besar yang dihadapi kaum muda adalah krisis identitas. Menurut ilmu kejiwaan, krisis identitas adalah kegagalan dalam mencapai identitas ego yang umumnya terjadi sewaktu masa remaja. Pada saat itu kaum remaja menghadapi pertumbuhan badan dan perkembangan seksuil. Mereka juga berusaha menyatukan pandangan mereka tentang diri sendiri dan pandangan orang lain tentang mereka. Dalam hal ini, kerapkali mereka merasa bahwa orang lain tidak dapat mengerti tentang keadaan mereka. Karena itu tidaklah mengherankan jika masa remaja bagi mereka terasa membingungkan. Mereka mungkin merasa terkucil dari masyarakat dan hal ini bisa menimbulkan rasa sedih atau marah.

Krisis identitas tidak selalu membuat setiap remaja mengalami masalah. Mereka yang mempunyai orang tua yang bijaksana dan guru yang baik, harus merasa beruntung karena apa yang mereka pelajari bisa menumbuhkan rasa percaya diri. Sekalipun mereka sering merasa orang lain kurang dapat menyelami hati dan pikiran mereka, perhatian dan kasih yang diterima dari para pembimbing bisa membimbing mereka agar terus tumbuh ke arah kedewasaan.

Sebagai orang Kristen, kita mungkin pernah juga merasakan krisis identitas. Masyarakat yang tidak mengenal Tuhan sering memandang kita sebagai manusia yang aneh, sok atau munafik. Jika kita berusaha hidup jujur menurut firmanNya, dunia memandang kita aneh karena tidak mau menggunakan kesempatan untuk mencari keuntungan. Jika kita berusaha untuk hidup dalam kebenaran, orang mungkin memandang kita sebagai orang yang sok saleh. Dan jika kita menasihati orang lain agar mengubah cara hidup mereka, mungkin kita dituduh munafik.

Hidup di dunia di antara orang yang tidak berTuhan, yang tidak mengenal Juruselamat Yesus Kristus, dan yang menuruti keinginannya sendiri sering membuat kita bingung. Siapakah kita ini? Mengapa Tuhan menghendaki kita untuk menegaskan adanya perbedaan antara umatNya dan mereka yang tidak mengenal Dia? Bukankah dengan demikian kita justru mengundang banyak musuh, dan menjumpai banyak orang-orang yang tidak menyenangi kita?

Siapakah kita? Ayat di atas menjelaskan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah, karena kasihNya yang sudah mengurbankan AnakNya yang tunggal untuk menebus kita. Karena itu kita tidak boleh ragu akan identitas kita. Sekalipun dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus, kita tidak boleh ragu atau gentar dalam menjalani hidup kita di dunia. Sebagai anak-anak Allah kita harus bisa bertumbuh dalam bimbingan Roh Kudus untuk menjadi dewasa dalam iman, dan bisa selalu hidup dalam kebenaranNya agar tidak terpengaruh atau terseret oleh arus dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s