Mengapa ada bencana?

Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.” Lukas 13: 2 – 3

Barangkali ada orang yang sedang mengalami bencana kehidupan yang merasa bahwa ada sesuatu dalam hidupnya yang menyebabkan hal itu. Tetapi, banyak juga orang yang tidak mengerti mengapa mereka harus menderita karena tidak membuat kesalahan apa pun. Jika pada satu pihak, rasa sesal bisa berubah menjadi keputusasaan, pada pihak yang lain rasa tidak bersalah bisa berubah menjadi kemarahan. Di balik semua itu ada satu pertanyaan: mengapa Tuhan, jika Ia memang ada, membiarkan bencana terjadi pada diriku?

Jika orang lain yang mengalami bencana, perasaan yang berbeda mungkin timbul dalam hati kita. Segala sesuatu ada sebabnya, dan mungkin semua itu terjadi karena kesalahan dan dosa orang yang bersangkutan. Dengan demikian, ada orang yang senang melihat orang lain menderita karena itu dianggap sudah sepantasnya. Bahkan ada orang yang memuji Tuhan yang baginya terlihat adil. Walaupun begitu, perasaan sedih bisa muncul jika orang yang tertimpa bencana adalah teman atau sanak sendiri. Perasaan marah juga mungkin timbul, yang ditujukan kepada Tuhan. Pertanyaan yang serupa mungkin muncul: mengapa Tuhan, jika Ia memang mahakasih, membiarkan bencana terjadi?

Jika kita membayangkan reaksi manusia atas terjadinya bencana, bisa dimengerti mengapa Tuhan tidak disukai atau dicintai semua orang. Dalam kenyataannya, memang banyak orang yang tidak mau percaya akan adanya Tuhan karena adanya bencana. Tetapi, apa yang dialami manusia di dunia sudah tentu adalah bagian kehidupan di dunia yang sudah jatuh kedalam dosa. Apa yang jahat bisa terjadi karena kesalahan kita atau orang lain, tetapi bisa juga terjadi karena sebab-sebab yang lain. Dalam hal ini, Tuhan mungkin membiarkan atau menggunakan apa yang terjadi untuk membawa kebaikan bagi umatNya dan untuk melaksanakan rancanganNya.

Alkitab dalam ayat di atas menyatakan jawaban Yesus atas adanya pertanyaan mengapa bencana terjadi. Pada waktu itu beberapa orang datang kepada Yesus membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh oleh Pilatus dan darahnya dicampur dengan darah hewan yang mereka persembahkan. Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan sebuah pertanyaan: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?”

Dari pertanyaan Yesus itu, kita pertama-tama bisa menarik kesimpulan bahwa adanya suatu bencana tidak dapat dipakai sebagai ukuran dosa. Yang kedua, Yesus menyatakan bahwa setiap orang sudah berdosa dan akan menemui kematian. Siapa pun akan mengalami kebinasaan jika tidak bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Yang ketiga adalah seperti Tuhan sudah merencanakan untuk menyelamatkan manusia sejak awalnya, kita harus percaya bahwa Ia tidak mempunyai maksud atau rencana yang jahat kepada mereka yang mau menjadi umatNya.

Pagi ini, adakah perasaan gundah dalam hati anda karena adanya masalah besar yang harus dihadapi? Mungkinkah anda merasa tertekan karena adanya pikiran bahwa Tuhan mungkin membawa semua masalah itu untuk menghukum anda? Ataukah itu terjadi karena Tuhan ingin mencobai anda? Mungkinkah Dia adalah Tuhan yang semena-mena yang mendatangkan hal yang jahat untuk menghancurkan siapa saja yang ada dihadapanNya?

Firman Tuhan pagi ini menyatakan bahwa di tengah dunia yang sudah terkontaminasi dengan dosa, hal yang jahat bisa muncul, tetapi itu bukan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah bermaksud jahat kepada siapa pun. Ia tidak pernah mencobai siapa pun. Sebaliknya, Ia menghendaki agar umat manusia kembali ke jalan yang benar dan memilih jalan keselamatan dan kebahagiaan yang sudah disediakanNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s