Satu tubuh, satu perasaan

“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” 1 Korintus 12: 12 – 13

Pernahkah anda memikirkan siapakah diri anda? Mungkin pertanyaan ini lebih sering muncul di kalangan kaum remaja  ketika mereka mengalami pergumulan pribadi dalam transisi dari seorang anak menjadi orang dewasa. Walaupun demikian, pertanyaan ini adalah satu pertanyaan yang sangat penting, yang bisa mempengaruhi cara hidup kita dan juga bagaimana kita memandang orang lain.

Who am I? Siapakah aku? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Tetapi sebuah lagu lama  sekolah minggu mungkin bisa menawarkan jawabnya:

Hidupku bukannya aku lagi

Tapi Yesus dalamku

Hidupku bukannya aku lagi

Tapi Yesus dalamku

Yesus hidup, Yesus hidup dalamku

Hidupku bukannya aku Lagi

Tapi Yesus dalamku

Seperti yang diutarakan syair lagu ini, semua orang Kristen adalah makhluk yang diperbarui hidupnya karena sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka. Karena itu apa yang lama sudah berlalu dan mereka sudah menjadi ciptaan baru dalam Kristus.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5: 17

Apa yang membuktikan bahwa kita sudah diperbarui oleh darah Kristus dan menjadi satu denganNya? Ayat pembukaan di atas menyatakan bahwa hidup baru membuat kita menjadi bagian dari tubuh Kristus. Kita baik orang Indonesia atau pun dari negara lain, dan tidak peduli apa pun status sosial kita, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan diberi minum dari satu Roh. Dengan demikian, tiap-tiap orang yang sudah menempuh hidup baru seharusnya bisa saling menghargai dan saling mengasihi.

Sebagai sesama anggota tubuh, kita akan merasa senang jika anggota tubuh yang lain memperoleh kebahagiaan dan sebaliknya merasa sedih jika mereka mengalami kemalangan.

“Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” 1 Korintus 12: 26

Saat ini kita mungkin tahu tentang adanya saudara-saudara seiman kita yang tengah mengalami penderitaan atau sakit, baik di negara kita maupun di negara lain. Mereka yang hidup di dekat kita mungkin lebih mudah untuk dilihat dan dibayangkan; dan karena itu apa yang mereka alami mungkin dapat kita rasakan. Tetapi, ayat di atas mengatakan bahwa sekalipun tubuh itu satu, anggotanya banyak dan ada dimana-mana. Bagaimana perasaan kita ketika mendengar tentang keadaan mereka yang berada di tempat yang jauh? Adakah rasa sedih yang ikut kita rasakan ketika mendengar keluh-kesah mereka? Apakah kita mempunyai kepekaan dan ikut terpanggil untuk mendoakan dan menolong mereka? Semoga dengan adanya apa yang dialami saudara-saudara seiman bisa mendorong kita agar lebih sadar bahwa kita adalah anggota-anggota tubuh Kristus. Demikian pula kita berharap agar mereka yang berada di tempat lain tetap ingat untuk mendoakan dan mendukung kita dalam pergumulan hidup kita.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s