Carilah kebenaran, bukan kenikmatan

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” 2 Timotius 4: 3 – 4

Di Australia, berbagai jenis gereja bisa di temui, tidak hanya yang berbeda aliran teologi tetapi juga yang berbeda penampilan. Berbeda dengan Eropa, kebanyakan gedung gereja yang masih dipakai untuk kebaktian di Australia bukanlah gedung besar dan kuno. Gedung gereja kuno sudah banyak yang berubah fungsinya karena sudah tidak mempunyai jemaat yang cukup besar. Pada pihak yang lain, gedung gereja modern banyak di jumpai di kota-kota, termasuk di Toowoomba tempat saya bekerja.

Gedung gereja di Australia biasanya cukup sederhana penampilannya, kebanyakan seperti aula atau tempat pertemuan. Tetapi, ada juga gereja-gereja besar yang bisa memuat ribuan orang, yang biasanya cukup mewah, modern dan canggih perlengkapannya. Jemaat mungkin merasa nikmat mengikuti acara yang ada dan senang mendengarkan khotbah yang menginspirasi.

Di dunia ini memang ada orang-orang yang pergi ke gereja karena penampilan gedung dan kehebatan acaranya. Dalam hal ini, ada juga orang yang bisa merasakan adanya kemiripan antara kebaktian untuk Tuhan dengan sebuah konser musik atau pertemuan yang diadakan untuk mendengarkan pesan seorang motivator ternama.

Jika kita berpikir bahwa adanya “show” atau “pertunjukan” di gereja adalah suatu fenomena baru di zaman modern, mungkin kita salah tanggap. Sejak dulu ada umat Kristen yang lebih senang menerima apa yang terasa enak. Ayat di atas memperingatkan umat Kristen pada zaman Paulus untuk awas dan tidak terjebak dalam apa yang terlihat nikmat, merdu dan indah saja.

Rasul Paulus mengingatkan Timotius dan para umat Tuhan lainnya akan bahaya munculnya orang-orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat. Mereka itu akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendak mereka, untuk memuaskan keinginan telinga mereka sendiri. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi apa yang terdengar merdu dan memberikan motivasi baru dalam hidup. Firman Tuhan dengan demikian sudah diganti dengan pesan-pesan orator dan motivator yang mengutamakan kepentingan manusia.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan bahwa kita ke gereja adalah untuk berbakti kepada Tuhan dan untuk mendengarkan kebenaran firmanNya. Selain itu, kita ingin bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Kita tidak ke gereja untuk menikmati sebuah pertunjukan atau untuk mendengarkan pesan seorang motivator yang hanya memberi pesan-pesan positif. Firman Tuhan terkadang seperti pedang bermata dua yang bisa mendidik kita untuk hidup sesuai dengan kehendakNya (Ibrani 4: 12). Memang kebenaran firman sering terasa tidak nyaman, tetapi itulah yang bisa membimbing hidup kita agar tetap berjalan di jalan yang benar.

Satu pemikiran pada “Carilah kebenaran, bukan kenikmatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s