Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan

” ….dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Matius 6: 14

Doa di atas adalah bagian dari doa Bapa kami yang diajarkan oleh Yesus sebagai contoh doa yang baik. Permohonan agar Allah Bapa tidak membawa umatNya ke dalam pencobaan, biasanya dimaksudkan agar mereka dibebaskan dari pencobaan. Pencobaan yang bagaimana? Bukankah Allah tidak pernah mencobai siapa pun (Yakobus 1: 13)?

Istilah “pencobaan” mungkin bisa diartikan sebagai (1) godaan, (2) ujian dan (3) penderitaan. Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa karena digoda oleh iblis, tetapi itu bukanlah ujian atau godaan yang datang dari Allah. Jika kemudian mereka diusir dari taman Firdaus, itu adalah hukuman dan bukan ujian dari Allah. Hukuman dari Allah yang membawa penderitaan itu bukanlah pencobaan. Pada pihak yang lain, pencobaan bisa dihubungkan dengan penderitaan yang terjadi pada umat Tuhan yang bukan karena kesalahan mereka, dan itu bisa membuat mereka lebih tahan uji dan lebih beriman (Yakobus 1: 12).

Penderitaan yang dialami oleh umat Kristen yang bukan disebabkan oleh kesalahannya tidak perlu menyebabkan rasa malu, sebaliknya hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus (1 Petrus 4: 16). Walaupun demikian, tidak ada salahnya jika kita memohon agar Tuhan membebaskan kita dari penderitaan itu, jika itu berkenan kepadaNya. Itu pun diminta oleh Yesus ketika Ia berdoa di taman Getsemane.

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Matius 26: 39

Doa Yesus ini menunjukkan penyerahan kepada Allah, yang dipercayaiNya sebagai Bapa yang mahabijaksana dan mahakasih. Yesus tidak membiarkan diriNya menjadi penghalang atas rancangan keselamatan Allah. Yesus tidak membiarkan iblis untuk melakukan apa yang jahat, yaitu melawan kehendak Allah. Yesus tahu bahwa Bapa mempunyai rancangan yang baik, yang harus terjadi.

Pagi ini, jika kita bangun dan teringat bahwa ada banyak hal yang membawa rasa kuatir dan takut, kita harus memohon agar Tuhan tidak membiarkan kita jatuh dalam godaan iblis. Kita juga bisa memohon agar jika Tuhan berkenan, Ia mau membebaskan kita dari penderitaan kita. Tetapi, kita harus sadar bahwa Tuhan yang mahabijaksana tentu mempunyai maksud tertentu dalam setiap keadaan dan karena itu kehendakNyalah yang harus terjadi. Dengan demikian, doa yang baik dan yang sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus adalah doa yang memohon agar Tuhan memberi kita kekuatan dan kebijaksanaan untuk bisa menghadapi semua masalah kita dengan iman dan rasa syukur kepada Tuhan, dan bukannya dengan rasa kecewa atau marah. Doa kita juga harus menunjukkan kepercayaan kita kepada Dia yang bisa melindungi kita dari kuasa jahat iblis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s