Belas kasihan Tuhan tetap ada bagi kita

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.” Markus 6: 34

Apa beda antara belas kasihan dan cinta kasih? Belas kasihan dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai compassion adalah emosi manusia yang muncul atas penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya menimbulkan usaha untuk mengurangi penderitaan orang lain. Pada pihak yang lain, cinta kasih yang diterjemahkan sebagai love adalah perasaan sayang yang disertai dengan kemauan untuk berkurban untuk orang yang dicintai. Jika dalam belas kasihan belum tentu ada cinta kasih, dalam cinta kasih pasti ada rasa belas kasihan yang muncul pada saat orang yang dicintai sedang mengalami masalah.

Jika semua orang pada umumnya ingin dicintai oleh orang lain, tidak semua orang mau dikasihani. Dalam hal ini ada orang yang merasa terhina jika dikasihani orang lain, karena merasa bahwa orang lain menganggapnya tidak mampu atau tidak berdaya. Tetapi, adalah wajar jika orang mau menerima belas kasihan dari orang yang dicintainya karena itu menunjukkan adanya cinta kasih dari orang itu. Memang orang yang saling mencintai tentunya selalu ingin untuk mengurangi beban orang yang dikasihi.

Banyak orang yang tidak mau mengenal Tuhan karena bagi mereka Tuhan adalah oknum yang selalu menuntut hidup yang baik dari umatNya. Lebih dari itu, Tuhan dalam kesucianNya selalu memandang semua manusia tidak cukup baik untukNya. Jika Tuhan mengirim Yesus untuk menebus manusia, orang yang merasa hidupnya cukup baik mungkin tidak merasa perlu untuk menerima belas kasihanNya. Dengan demikian, banyak orang yang tidak bisa merasakan kasih Tuhan karena keangkuhannya.

Ayat pembukaan di atas menceritakan bahwa ketika Yesus melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Yesus melihat mereka yang kacau dan hampa hidupnya, dan yang mengalami berbagai masalah dan penderitaan. Karena kasihNya, Ia mau mengajarkan banyak hal kepada mereka. Lebih dari itu, Ia juga memberi mereka makan (Markus 6: 41).

Saat ini mungkin hidup anda terasa berat karena adanya berbagai masalah. Anda percaya bahwa Tuhan mengasihi umatNya, tetapi Ia agaknya tidak menaruh belas kasihan atas penderitaan anda. Mungkin sudah lama anda memohon pertolonganNya, dan sekarang hanya kehampaan yang terasa. Mungkin anda tidak lagi tertarik untuk meminta belas kasihanNya. Mungkinkah itu rasa angkuh yang timbul dari hati yang kecewa?

Hari ini, firman Tuhan berkata bahwa seperti Yesus, Tuhan kita adalah Tuhan yang pengasih dan penuh belas kasihan. Tetaplah berharap kepadaNya dengan rendah hati karena Ialah yang bisa dan mau menolong kita yang dalam kesulitan dan penderitaan.

“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” 2 Korintus 1: 3 – 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s