Mengapa aku harus takut?

“Waktu aku takut, aku ini percaya kepadaMu” Mazmur 56: 3

Hari ini banyak orang memperbincangkan masalah pandemi yang baru diumumkan oleh Badan Kesehatan Sedunia (WHO). Status wabah virus corona COVID-19 menjadi pandemi setelah menyebabkan lebih dari 118.000 kasus terinfeksi di lebih dari 110 negara dan lokasi di seluruh dunia dengan risiko penyebaran global yang berkelanjutan. Dengan status pandemi, semua negara di dunia diharapkan bisa melakukan hal-hal yang perlu untuk membatasi penyebaran virus ini. Beberapa negara sudah dinyatakan tertutup untuk turis, dan negara lain juga melarang kunjungan turis dari negara-negara itu. Di Australia, suasana memang sudah terasa tidak nyaman sejak minggu lalu, tetapi dengan adanya pernyataan WHO ini makin banyak orang yang merasa takut untuk mendatangi tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang.

Saat ini beberapa sekolah dan kantor sudah ditutup karena adanya orang yang terkena virus ini. Tentunya jumlah sekolah dan kantor yang ditutup akan bertambah banyak jika penyebaran virus ini tidak bisa dikontrol. Di berbagai negara, bukan saja rakyat jelata yang terkena serangan virus ini, tetapi juga pemimpin negara dan tokoh masyarakat. Seorang bintang film ternama dan pemenang dua Oscar, Tom Hank, termasuk salah satu yang terkena virus ini ketika sedang membuat film di Gold Coast. Ia dan istrinya sekarang harus menjalani pengobatan di Rumah Sakit Gold Coast.

Rasa takut adalah wajar bagi setiap orang yang mengalami ancaman. Rasa takut bisa terjadi karena adanya kemungkinan untuk kalah atau hancur ketika manusia menghadapi suatu tantangan atau musuh. Rasa takut bisa juga muncul karena manusia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya di masa mendatang.

Rasa takut bisa muncul dalam diri orang yang bukan Kristen maupun orang Kristen. Walaupun demikian, jika rasa takut sulit diatasi oleh orang yang tidak mengenal Kristus, orang Kristen seharusnya lebih mudah untuk mengatasinya. Mengapa demikian? Jika rasa takut muncul karena kekuatiran untuk kalah atau hancur, orang Kristen percaya bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang mahakuasa, yang mampu mengatasi segala goncangan yang ada di alam semesta. Jika rasa takut timbul karena orang tidak tahu apa yang akan terjadi, orang Kristen tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi pada akhirnya akan membawa kebaikan bagi dirinya.

Ayat dalam Mazmur 56 ditulis Daud ketika ia berada dalam kesusahan karena orang Filistin menangkap dia di Gat. Setiap hari Daud mungkin mengalami penyiksaan dan penghinaan oleh musuh-musuhnya (ayat 2). Sebagai manusia, Daud takut. Walaupun demikian, dalam takutnya Daud meletakkan kepercayaannya pada Tuhan. Oleh sebab itu ia merasa dikuatkan dan dalam ayat 4 dapat berkata “Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Hari ini, adakah ketakutan atau kekuatiran yang muncul dalam hati dan pikiran anda? Apakah keadaan di sekeliling anda membuat anda tertekan dan ingin melarikan diri, tetapi anda tidak tahu kemana anda harus pergi? Ataukah himpitan kebutuhan hidup membuat anda merasa ragu bagaimana anda bisa melangkah di hari depan? Firman Tuhan mengajak kita untuk meletakkan kepercayaan kita pada Tuhan saja; Dialah yang mahakuasa, mahatahu dan mahakasih. Dialah yang akan memelihara kita.

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5: 6 – 7

Satu pemikiran pada “Mengapa aku harus takut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s