Kematian Yesus haruslah dirayakan

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” Roma 6: 3 – 4

Merayakan hari-hari yang mempunyai arti penting dalam hidup seseorang adalah sudah menjadi kebiasaan manusia dalam hidup bermasyarakat. Dalam hal ini, merayakan hari lahir orang yang kita kenal adalah salah satu kegiatan yang membawa kegembiraan jika orang itu masih hidup, dan membawa kenangan indah jika orang itu sudah meninggalkan kita. Sebaliknya, hari kematian seseorang jarang dirayakan walaupun mungkin diperingati. Kelahiran biasanya untuk dirayakan, dan kematian untuk diperingati.

Jumat Agung adalah hari yang diperingati orang Kristen sebagai hari kematian Yesus. Hari ini biasanya diperingati secara khusyuk, terutama jika kita mengingat bagaimana Yesus pada waktu itu diejek, dipermalukan, disiksa dan kemudian mati digantung di kayu salib. Segala yang terjadi pada Yesus adalah bukti kejahatan manusia yang tidak bisa menerima apa yang datang dari Allah. Manusia yang lebih mementingkan kepuasan diri sendiri daripada menurut perintah Allah. Manusia yang menolak Anak Allah karena mereka ingin hidup seperti  yang dikehendakinya. Mereka tidak sadar bahwa bukannya merdeka, mereka justru hidup dalam belenggu dosa yang membawa kematian. Manusia tidak mengerti bahwa Yesus datang untuk memerdekakan mereka.

Memang banyak manusia di dunia ini yang merasa bahwa hidup hanya sekali dan karena itu harus dinikmati. Kesempatan yang ada harus dipergunakan untuk mencari kebahagiaan, kesuksesan, kekayaan dan segala kenyamanan hidup lainnya. Hal hidup sesudah mati adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat mata dan karena itu tidak perlu dipikirkan dalam-dalam. Lain halnya dengan orang Kristen; hidup di dunia adalah hidup untuk  sementara, sedangkan hidup di surga adalah kekal. Dengan demikian, hidup di dunia ini adalah jauh lebih singkat dari hidup sesudahnya. Hidup yang ada sesudah mati adalah hidup yang jauh lebih penting dan lebih berharga dari hidup yang sekarang.

Jelas bahwa apa yang sangat berharga tidaklah mudah untuk diperoleh.  Apa yang sangat berharga tentunya harus dibayar dengan harga sangat tinggi. Tidak ada seorang pun yang bisa ke surga dengan usaha sendiri. Dengan kemampuan kita tidaklah mungkin kita bisa membayar harga keselamatan kita. Hanya melalui darah Yesus yang disalibkan di bukit Golgota, Allah mau menerima kita sebagai anak-anakNya.

Ayat di atas menulis bahwa Yesus sudah mati disalibkan dan kita yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematianNya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya kita mati dari hidup lama kita dan memperoleh hidup yang baru melalui kebangkitanNya. Sama seperti Kristus kemudian dibangkitkan dari antara orang mati oleh Allah Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru sebagai anak-anak Allah.

Kematian Kristus dengan demikian bukanlah semata-mata peringatan akan saat yang sedih. Sebaliknya, itu adalah suatu perayaan dimana kita mengingat bahwa Yesus sudah taat kepada Allah Bapa dan menggenapi rencanaNya. Sebagai AnakNya yang tunggal, Yesus sudah taat sampai akhir dan karena itu Ia menerima kemuliaan dari Allah Bapa. Seperti itu jugalah, jika kita mau menguburkan hidup lama kita, kita akan menerima kemuliaan dari Allah Bapa dalam hidup yang baru di sorga.

Saat ini, keadaan disekeliling kita mungkin tidaklah terlalu menggembirakan. Barangkali, kita sedang mengalami berbagai persoalan berat dalam hidup kita sehari-hari. Masalah yang besar, ancaman bahaya dan tantangan kehidupan datang silih berganti. Walaupun demikian, kita tahu bahwa kematian Yesus berarti kematian pengaruh hidup duniawi. Dengan demikian, hari Jumat Agung adalah satu hari yang perlu dirayakan dengan rasa sukacita karena kita tahu bahwa anugerah keselamatan surgawi sudah kita terima melalui kematian dan kebangkitan Yesus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s