Kebangkitan Kristus memberi kepastian

“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” 1 Korintus 15: 14

Adakah hal yang pasti dalam hidup manusia? Banyak orang berpendapat bahwa tidak ada apapun yang pasti. Sewaktu kecil saya pernah mendengar peribahasa “Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”, dan saya percaya bahwa itu benar. Tetapi, setelah dewasa saya bisa melihat adanya orang-orang yang sekalipun rajin dan hemat ternyata tidak sukses hidupnya. Bahkan, dalam suasana perekonomian dunia  di saat COVID-19 ini, ada kemungkinan bahwa banyak orang yang dulunya kaya bisa menjadi bangkrut. Begitu pula orang yang dulunya sehat, bisa jatuh sakit dan bahkan meninggal dunia. Nasib manusia memang seperti sebuah yo-yo yang terkadang di atas, dan terkadang di bawah.

Sekalipun tidak ada sesuatu pun yang bisa dipastikan di dunia, ada beberapa orang yang pernah menyatakan bahwa untuk manusia apa yang bisa dipastikan adalah kematian dan pajak (death and taxes). Salah satu diantara orang-orang itu adalah Benjamin Franklin yang menulis hal ini dalam suratnya kepada Jean-Baptiste Leroy, pada tahun 1789. Memang, setiap orang yang hidup di sebuah negara umumnya harus membayar pajak kepada pemerintah dan akhirnya menemui ajalnya. Dengan demikian, selama hidup di dunia ini orang tidak dapat memastikan  datangnya apa yang baik dan indah, tetapi bisa memastikan apa yang buruk, yaitu pajak dan kematiannya. Hidup manusia agaknya seperti apa yang dikatakan Allah sesudah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa:

“Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Kejadian 3: 17 – 19

Sejak saat itu, hidup manusia agaknya menjadi suram dan tidak mempunyai harapan. Tetapi, karena Allah adalah Tuhan yang mahakasih, Ia tidak membiarkan manusia menderita di dunia untuk selamanya. Tuhan dalam kitab Kejadian juga menyatakan rencana penyelamatan umat manusia; dengan menjanjikan datangnya seorang Manusia yang akan mengalahkan iblis, yaitu Yesus Kristus.

“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3: 15

Yesus Kristus mengalami penderitaan di kayu salib, tetapi dengan itu Ia meremukkan kepala iblis. Kematian Yesus menebus manusia yang berdosa dan kebangkitanNya memungkinkan mereka yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat untuk memperoleh keselamatan. Memang selagi hidup di dunia orang percaya tidak akan luput dari berbagai penderitaan seperti kemiskinan  dan penyakit, tetapi mereka mempunyai harapan untuk masa depan, yaitu hidup kekal di surga.

Selagi di dunia, mereka yang percaya tentu saja hanya dapat membayangkan bagaimana indahnya kehidupan di surga, dimana tidak ada lagi tangis dan duka. Tetapi, karena tidak ada seorang pun yang pernah ke surga, hal itu haruslah diyakini dengan iman selama masih hidup di dunia. Itu tidak mudah dilakukan. Apalagi, dengan adanya berbagai masalah hidup, kita akan mudah hilang harapan. Bagaimana jika hidup kekal itu ternyata tidak ada? Bukankah iman kita akan menjadi sia-sia?

Untunglah bahwa hidup kekal memang benar-benar ada karena Yesus yang sudah mengalahkan kematian. Di hari Paskah ini kita merayakan kemenangan Yesus atas iblis dan atas maut, dan karena itu kepercayaan kita tidaklah sia-sia. Bagi umat Kristen apa yang pasti bukanlah penderitaan seperti kematian dan pajak, tetapi adanya hidup yang kekal dalam Yesus Kristus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s