Domba-domba yang sudah menang

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8: 35 – 37

Hari ini hari Paskah, hari kebangkitan Yesus Kristus. Yesus yang taat kepada kehendak Allah Bapa, dan karena itu mau disiksa dan disalibkan seperti induk domba yang digunting bulunya dan seperti anak domba yang sudah dibawa ke pembantaian (Yesaya 53: 7), sekarang sudah menang atas maut. Ia tidak lagi dapat di jumpai di liang kubur karena Ia tidak lagi berupa jasad mati yang terkurung tembok.

Jika kematian Yesus menunjukkan besarnya kasih Allah kepada umat manusia, kebangkitanNya membuktikan besarnya kuasa Allah. Jika sebelum Ia bangkit, Yesus mempunyai tubuh seperti kita yang bisa mengalami rasa lelah, sakit, dan takut, sesudah Ia bangkit tidak ada hal duniawi yang bisa membuat Dia menderita. Karena Ia sudah menang atas maut, Ia membuktikan bahwa apa yang pernah dinyatakanNya kepada banyak orang adalah benar: Ia memang Anak Allah. Sebagai Anak Allah ia adalah satu dengan Allah Bapa, dan karena itu Ia mahakuasa dan mahakasih.

Bagi umat Kristen, kematian Kristus adalah keajaiban yang terbesar yang diperbuat Allah Bapa karena kasihNya, yang sudah direncanakanNya sejak dari mulanya. Pada pihak yang lain, kebangkitan Kristus membuat orang Kristen yakin bahwa iman kepada Yesus bukanlah sia-sia, karena pada saatnya kita akan dibangkitkan kembali seperti Dia. Walaupun demikian, pertanyaan yang ada adalah bagaimana kita bisa mempunyai keyakinan bahwa kematian dan kebangkitan Kristus juga membawa berkat dan kebahagiaan bagi kita selama kita masih hidup di dunia.

Apa untungnya menjadi pengikut Kristus selama kita masih hidup di dunia? Adakah manfaat yang bisa kita peroleh dengan menyadari bahwa Yesus sudah mati dan bangkit untuk kita? Ayat di atas menyatakan karena besarnya kasih Allah yang sudah mengurbankan AnakNya yang tunggal, bahaya dan penderitaan apa pun tidak dapat memisahkan kita dari Kristus.

Hari ini mungkin kita merasakan beban kehidupan yang berat dan bisa melihat adanya ancaman bahaya. Walaupun seperti Yesus kita telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan, tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, sebab Yesus sudah menang atas kematian. Dengan demikian, kita adalah domba-domba Kristus yang bisa merasakan damai dan sukacita dalam keadaan apa pun karena adanya harapan untuk masa depan. Karena itu juga, kita bisa hidup dan memuliakan Kristus sepanjang hidup di dunia.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Filipi 1: 21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s