Tetaplah teguh dalam iman

“Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.” 1 Petrus 1: 5 – 6

Hidup manusia di mana pun selalu penuh dengan perjuangan. Mereka yang melihat adanya orang yang nyaman hidupnya mungkin kadang-kadang merasa iri bagaimana orang tersebut agaknya tidak pernah mengalami penderitaan. Pada pihak yang lain, mereka yang hidupnya sudah nyaman seringkali masih merasa iri melihat orang lain yang hidupnya terlihat lebih berbahagia. Memang, jika orang membanding-bandingkan hidupnya dengan hidup orang yang lebih enak, rasa kecewa sering timbul karena Tuhan sepertinya tidak adil.

Konsep keadilan yang dimengerti manusia memang seringkali tidak dapat menerima keadaan dimana orang di tempat tertentu bisa mempunyai kenyamanan hidup yang jauh lebih tinggi dari mereka yang di tempat lain. Dalam hal ini, adalah baik jika orang yang lebih enak hidupnya bisa menolong orang lain yang terlihat kurang beruntung. Tetapi, dalam kenyataannya mereka yang mengalami penderitaan belum tentu bisa mendapat pertolongan dari orang lain. Karena itu, di berbagai tempat di dunia, ada masyarakat yang sejak lama hidup dalam kekurangan dan penderitaan. Bagi mereka, rasa kecewa sering timbul mengapa Tuhan yang dikatakan mahakasih dan mahaadil tidak pernah menolong mereka. Apakah itu karena kemarahan Tuhan?

Bagi orang Kristen, Alkitab mempunyai banyak ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengasihi umatNya. Sekalipun ada banyak ayat yang mengemukakan amarah Tuhan (God’s wrath) kepada mereka yang melanggar perintahNya, banyak orang Kristen yang terbuai oleh ayat-ayat pujian atas kasih Tuhan (God’s love), seperti apa yang tercantum dalam kitab Mazmur 91. Agaknya, lebih mudah bagi kita untuk membayangkan Tuhan yang mahamurah daripada membayangkan Tuhan yang mahakuasa dan mahaadil. Tidaklah mengherankan jika kehidupan manusia di dunia sekarang ini mengalami goncangan karena adanya berbagai bencana, dan iman umat Kristen pun ikut tergoncang jadinya. Apakah Tuhan itu benar-benar mengasihi umatNya? Apakah Tuhan itu benar-benar berkuasa atas alam semesta? Mengapa sifat Tuhan pada saat ini seakan berbeda dengan apa yang diperlihatkan oleh Yesus selama Ia di dunia?

Tuhan tidak pernah berubah. Jika kitab Perjanjian Lama mengutarakan adanya berbagai hukuman yang dijatuhkan kepada umat manusia karena pelanggaran hukum Tuhan, kitab Perjanjian Baru  menyatakan bahwa hukuman manusia yang bertahan dalam dosanya adalah kematian.  Apa yang berbeda adalah kemarahan dan berkat Tuhan pada zaman Perjanjian Lama adalah bersifat sementara untuk orang-orang atau bangsa-bangsa tertentu, sedangkan kemarahan dan berkat Tuhan pada Perjanjian Baru adalah bersifat kekal untuk semua bangsa dan setiap individu karena Yesus yang sudah mati di kayu salib untuk seisi dunia. Setelah kedatangan Kristus, kemarahan Tuhan kepada mereka yang tinggal dalam dosa adalah kematian di neraka, sedangkan berkat Tuhan kepada semua orang yang beriman adalah keselamatan yang kekal di surga.

Apakah Tuhan bermaksud menghukum kita dengan adanya bencana pada zaman sekarang? Apakah adanya pandemi menyatakan murka Tuhan? Belum tentu! Jika ada manusia atau masyarakat yang mengalami hal yang pahit karena kesalahan yang ada, itu memang sudah sepantasnya. Tetapi mereka yang sudah hidup menurut firman Tuhan bisa juga mengalami berbagai masalah selama hidup di dunia bersama orang lain. Sebaliknya, mereka yang hidup jauh dari Tuhan bisa saja mempunyai hidup yang nampaknya nyaman di dunia. Apa yang harus kita perhatikan adalah hidup di dunia yang adalah hidup yang sementara, dan bagi umat Kristen apa yang lebih penting adalah hidup sesudahnya. Ayat di atas menyatakan bahwa orang yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena iman, adalah orang yang menantikan keselamatan yang telah tersedia karena penebusan Kristus. Karena itu, pengharapan akan hidup kekal di surga membuat orang itu bisa tetap bersukacita sekalipun sekarang ini  ia harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Oleh sebab itu, tetaplah teguh dalam iman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s