Darimanakah datangnya kekuatan kita?

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” 1 Korintus 1: 18

See the source image

Jika teringat akan masa muda, pikiran mau tidak mau melantur dan membayangkan betapa mudahnya bagi saya untuk pergi kemana-mana dengan mengendarai sepeda motor. Hujan, panas, angin maupun mendung tidak akan menghalangi kepergian saya. Heran, setelah memasuki usia senja, keinginan untuk “keluyuran” tidak lagi ada. Bahkan, sekalipun ada ajakan untuk pergi bermobil untuk bertamasya, membayangkan bagaimana jauhnya tempat yang dituju sudah bisa membuat semangat saya padam. Walaupun demikian, satu keuntungan dengan bertambahnya usia, adalah bertambahnya pengalaman. Dengan makin banyaknya pengalaman, orang mungkin bisa menjadi semakin bijak. Benarkah? Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa menarik manfaat dari bertambahnya umur.

Ayat di atas menyebutkan bahwa bagi sebagian orang, pengurbanan Yesus di kayu salib adalah sesuatu yang tidak ada artinya. Mereka mungkin tidak bisa mengerti mengapa Allah harus mengubankan AnakNya untuk  menebus manusia yang berdosa. Sebagian orang percaya bahwa dengan tidak melakukan kejahatan dan dengan banyak berbuat baik, mereka akan bisa masuk ke surga. Selain itu ada juga orang yang percaya bahwa hidup hanyalah ada di dunia, dan setelah mati manusia tidak lagi mempunyai eksistensi. Bagi orang-orang semacam ini, pemberitaan tentang salib adalah suatu kebodohan saja. Mereka tidak sadar bahwa tanpa pengurbanan Yesus, mereka akan binasa.

Orang bisa melihat arti pengurbanan Yesus di kayu salib hanya karena berkat Tuhan semata-mata. Mereka adalah orang-orang yang sudah berubah dari hidup lama mereka yang hanya berpusat pada diri sendiri. Allah sudah membuka hati dan pikiran mereka sehingga sekalipun segala sesuatu pada mulanya sulit dimengerti, Roh Kudus mencelikkan mata mereka sehingga mereka dapat melihat kasih dan kemuliaan Allah. Mereka menyadari bahwa apa yang sudah di nubuatkan dalam kitab Perjanjian Lama, akhirnya terjadi persis seperti yang direncanakan Allah. Adanya kesadaran bahwa Allah sudah merencanakan segala sesuatu dari mulanya untuk menyelamatkan manusia, membuat mereka sadar bahwa Allah adalah benar-benar Oknum yang mahakuasa.

Jika   Tuhan begitu berkuasa dalam melaksanakan rencanaNya, orang yang beriman tentunya tidak mempunyai keraguan bahwa hidup mereka juga berada dalam tanganNya. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka, tentunya terjadi sesuai dengan rencanaNya. Karena itulah, mereka yakin bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup mereka, kekuatan Tuhan senantiasa menaungi mereka. Mereka juga sadar bahwa hidup mereka bukan lagi milik mereka tetapi sepenuhnya milik Kristus.  Usia boleh bertambah dan tubuh lambat laun boleh melemah, tetapi iman mereka semakin hari justru menjadi makin kuat. Dengan demikian, hidup orang yang dinaungi kekuatan Allah bisa menjadi hidup yang senantiasa diperbaharui dalam keyakinan bahwa apa pun yang terjadi, Allah senantiasa membimbing mereka sampai  saat dimana mereka memperoleh hidup yang kekal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s