Kuatkan dan teguhkan hatimu

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemana pun engkau pergi.” Yosua 1: 9

Fruit in the Bible - Biblical Archaeology Society

Yosua adalah nama anak laki-laki yang berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “Tuhan adalah keselamatanku”. Di Indonesia, banyak orang memakai nama yang serupa yaitu Yusak yang sebenarnya berasal dari bahasa Arab YūshaJoshua berasal dari nama Ibrani Yehoshu’a, dari akar kata yeho, mengacu pada Tuhan, dan yasha ’, yang berarti “untuk menyelamatkan ‘. Yosua berbagi asal-usul dengan nama Yesus, yang berasal dari variasi bahasa Aram Yeshu’a. Seorang tokoh penting dalam Perjanjian Lama, Yosua bin Nun adalah penerus Musa yang akhirnya memimpin bangsa Israel ke Tanah Perjanjian, Kanaan. Nama Yosua yang sebenarnya adalah Hosea bin Nun dari suku Efraim, tetapi Musa memanggilnya Yehoshu’a (Yosua) seperti yang tertulis di kitab Bilangan 13:16. Yosua dilahirkan di Mesir sebelum bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir, dan meninggal pada usia 110 tahun di Kanaan (Yosua 24: 29).

Alkisah, bangsa Israel pada saat itu sampai ke padang gurun Paran, yang berbatasan dengan tanah Kanaan. Tuhan menyuruh Musa mengirim 12 orang pengintai, satu orang dari masing-masing suku Israel, untuk mengintai tanah Kanaan, yang akan diberikan Tuhan kepada orang Israel. Dari suku Efraim dipilih Hosea bin Nun. Sesudah lewat 40 hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Tetapi mereka juga menjelaskan bahwa penghuni tanah itu adalah orang-orang yang kuat dan tinggi besar.

Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri Kanaan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bilangan 14: 7 -9). Tetapi, mendengar ucapan mereka, orang Israel lainnya mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu.

Sebagai  kepala-kepala suku, Yosua dan Kaleb mungkin bisa kita bayangkan sebagai orang-orang yang sudah sepantasnya tegas dan berani. Bukan saja mereka berani melakukan pengintaian, mereka juga berani untuk mengajak bani Israel untuk maju terus menuju Tanah Perjanjian sekalipun itu bisa membahayakan jiwa mereka. Tetapi, sebenarnya mereka tidaklah berbeda dengan banyak pemimpin suku yang lain. Secara manusiawi, mereka pasti bisa membayangkan bahwa adalah sulit bagi bangsa Israel untuk menang melawan orang Kanaan. Secara manusia, mereka tentunya takut akan ancaman masa. Walaupun demikian, secara rohani mereka adalah orang-orang yang berbeda dari orang yang lain. Rahasia keberanian Yosua dan Kaleb adalah kepercayaannya kepada Tuhan. Karena itu Tuhan melindungi mereka sampai mereka berhasil memasuki tanah Kanaan.

Pagi ini, banyak orang di dunia yang merasakan bahwa perjalanan hidup mereka sudah mencapai saat kritis. Untuk menghadapi hari depan terasa begitu berat karena adanya berbagai ancaman dan masalah. Untuk mundur ke masa lalu bukanlah satu hal yang mungkin, karena itu hanya membawa rasa sesal. Satu-satunya kemungkinan hanyalah tetap menghadapi masa depan dan maju terus. Tetapi, masa depan kita adalah seperti tanah Kanaan yang dihuni oleh raksasa-raksasa. Secara manusiawi kita layak merasa kuatir dan takut, apalagi ada banyak orang yang tidak bisa atau mau mendukung semangat kita. Kita merasa sendiri karena tidak banyak orang di sekitar kita yang percaya bahwa Tuhan akan menyertai orang yang taat kepadaNya. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan sudah memerintahkan Yosua untuk menguatkan dan meneguhkan hatinya. Seperti Yosua, sebagai orang percaya kita tidak perlu untuk kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allah kita akan menyertai kita, kemana pun kita pergi. Kita adalah Yosua karena kita percaya bahwa Tuhan adalah keselamatan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s