Menurut adalah lebih baik dari memberi persembahan

Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” 1 Samuel 15: 22

See the source image

Tidak dapat disangsikan bahwa wabah COVID-19 sudah membuat kacau kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia. Dengan adanya pembatasan sosial, orang tidak dapat melakukan aktivitas rutinnya karena berbagai kantor, pabrik, sekolah, universitas dan bahkan gereja yang tidak dapat berfungsi seperti biasa.  Keadaan ekonomi pun menjadi sangat buruk karena banyak orang yang kehilangan pekerjaan, dan oleh sebab itu pemerintah harus melakukan berbagai tindakan untuk menolong mereka yang kehilangan mata pencahariannya, dan juga membantu pemilik perusahaan yang kegiatannya harus dihentikan untuk sementara waktu.

Di Australia, saat ini bukan hanya perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Universitas juga mengalami krisis luar biasa karena jumlah murid untuk semester yang akan datang pasti akan berkurang, terutama murid yang datang dari luar negeri. Berbagai badan sosial juga mengalami hal yang serupa, karena makin berkurangnya orang yang bisa menyumbang dan makin banyaknya orang yang memerlukan bantuan. Gereja dalam hal ini mengalami penyusutan uang masuk karena  kebaktian yang sekarang diganti dengan siaran online melalui internet membuat banyak jemaat tidak bisa mempersembahkan uang kolekte seperti biasanya. Dalam hal ini, jemaat yang setia tentunya tetap merasakan dorongan untuk mempersembahkan apa yang sudah biasa dilakukan setiap minggu selagi kebaktian di gereja masih ada.

Membawa pesembahan untuk Tuhan bagi umat Kristen adalah suatu keharusan yang timbul dari diri sendiri. Persembahan haruslah dilakukan dengan sukarela dan bukan dengan perasaan duka atau terpaksa. Persembahan kepada Tuhan sudah dilakukan manusia sejak awalnya, dan itu kita bisa baca di kitab Kejadian 4: 3 – 4 ketika Kain dan Habel mempersembahkan sebagian dari hasil kerja mereka, sebagai tanda ucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan. Sebagai umat Kristen kita tahu bahwa apa pun persembahan kita, itu sebenarnya berasal dari Tuhan. Segala sesuatu adalah milik Tuhan, dan persembahan kita adalah sebagai pernyataan kasih kita kepadaNya.

Apakah persembahan yang paling disukai Tuhan? Dari kisah Kain dan Habel, mungkin sebagian orang merasa bahwa Tuhan tidak menyukai sayur-mayur dan buah-buahan seperti yang sudah dipersembahkan oleh Kain. Tetapi Tuhan mungkin Ia lebih menyukai korban persembahan yang berupa daging berlemak yang berasal dari anak kambing atau domba yang sulung, seperti yang sudah dipersembahkan Habel. Pendapat sedemikian adalah kurang benar, karena persembahan daging adalah berhubungan dengan kebiasaan saat itu yang diteruskan turun-temurun di antara umat Israel. Persembahan yang disukai Tuhan adalah persembahan dari hati yang tulus dan bersyukur kepadaNya.

Dalam Perjanjian Baru kita mengerti bahwa bukanlah apa yang kita bawa ke gereja adalah yang penting, namun diri kita sendiri yang dipersembahkan kepada Tuhan.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12: 1

Persembahan materi kepada Tuhan memang bisa dipakai untuk menyatakan kasih dan rasa syukur kita kepadaNya, tetapi tidak ada yang lebih disukai Tuhan daripada penyerahan hidup kita kepadaNya.

Ayat pembukaan kita adalah ucapan Samuel kepada Saul yang bermaksud mempersembahkan sebagian hewan jarahan dari orang Amalek sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Samuel menegur Saul karena Tuhan sebelumnya sudah memerintahkan Saul untuk memusnahkan bangsa Amalek dan seluruh ternak mereka, tetapi Saul membiarkan tentaranya untuk membawa pulang hewan peliharaan orang Amalek. Samuel berkata bahwa Tuhan membuat perbedaan yang besar antara korban persembahan dan mendengarkan suaraNya.  Bagi Tuhan, mendengarkan perintahNya adalah lebih baik dari pada korban sembelihan.

Bagi kita di zaman ini, hal menurut perintah Tuhan adalah lebih penting daripada hal mempersembahkan materi. Jika kita hidup dengan menurut perintahNya, kita adalah orang yang mempersembahkan hidup kita. Bagi Tuhan manusia ciptaanNya adalah lebih berharga dari makhluk atau benda apa pun di dunia. Karena itu Ia mengharapkan persembahan hidup manusia yang kudus dan berkenan kepadaNya. Jika kita mau hidup sesuai dengan perintahNya, Ia akan menunjukkan kemurahanNya dalam hidup kita sehingga kita akan bisa mempersembahkan hal-hal lain yang sudah kita terima sebagai berkatNya sebagai ucapan syukur kita.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s