Hidup kita bagaikan emas

“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya.” 1 Petrus 1: 6 – 7

See the source image

Barangkali anda masih ingat akan sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris  “Life is not meant to be easy” yang berarti “Hidup tidak dimaksudkan untuk mudah”. Ungkapan ini pertama kalinya dipakai oleh George Bernard Shaw (1856-1950), seorang penulis cerita sandiwara dari Irlandia yang mendapat hadiah Nobel dalam Sastra pada tahun 1925. Sebenarnya, apa yang ditulisnya berbunyi ““Life is not meant to be easy, my child; but take courage: it can be delightful”, yang artinya “Hidup ini tidak dimaksudkan untuk menjadi mudah, anakku, tetapi jangan takut: itu bisa menjadi sesuatu yang bisa dinikmati”. Ungkapan ini seringkali dianggap sebagai tanggapan manusia atas keadaan yang kurang baik yang mau tidak mau harus dihadapinya.

Adalah menarik bahwa seorang perdana menteri Australia, Malcolm Fraser (1930 – 2015), pernah menyebutkan umgkapan yang serupa tetapi dengan maksud yang berbeda. Ia berpendapat bahwa dalam hidup ini orang tidak perlu mencari jalan yang mudah untuk memperoleh apa yang baik. Dengan demikian kemudahan bukanlah sesuatu yang baik. Betulkah?

Pada saat ini keadaan perekonomian dunia sudah menjadi kacau balau karena dampak COVID-19. Wabah belum lagi selesai, tetapi jutaan orang sudah kehilangan pekerjaan dan harus bergantung pada bantuan sosial dan tunjangan pemerintah, itu pun jika ada. Bagi mereka yang tidak mempunyai uang tabungan dan tidak bisa mendapat bantuan sosial, masa depan yang suram sudah tentu bisa dibayangkan. Bagaimana mereka bisa bertahan jika kekacauan ini berlangsung untuk waktu yang lama?

Bagi mereka yang sangat menderita, ungkapan “Life is not meant to be easy” tidak akan berguna untuk menambah semangat berjuang. Setiap orang pada saat yang kritis tentunya ingin untuk bisa survive dengan cara apa saja. Hidup ini sudah berat dan karena itu tidak ada orang yang ingin mencari tantangan hidup yang lebih besar. Siapakah yang mau menderita lebih banyak dan berharap untuk bisa mendapatkan apa yang menyenangkan?

Penderitaan seseorang memang sering terasa sangat berat dan tidak mempunyai makna selain menambah kesusahan dan rasa putus asa. Memang kalau hidup ini hanya sekali saja dan itu sering terisi duka cita, bagaimana ia bisa berharap akan masa depan? Dalam penderitaan waktu berlalu sangat lambat. Itu karena adanya pikiran bahwa semua penderitaan dan masalah hidup adalah kesia-siaan. Tidak ada kebahagiaan dalam penderitaan yang dialami manusia, dan semua penderitaan agaknya membawa kehancuran hidup manusia. Itu benar jika hidup manusia hanya hidup secara jasmani di dunia ini.

Ayat di atas menyatakan bahwa untuk orang percaya, harapan akan kebahagiaan tidak harus dipenuhi secara jasmani di dunia ini. Sebaliknya, selagi hidup di dunia yang fana ini kita seringkali berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Semua itu tidak sia-sia karena dengan  adanya masalah dan dukacita, kemurnian iman kita akan terlihat. Jika emas di dunia ini dimurnikan dengan api, iman kita yang jauh lebih berharga dari emas, diuji dengan berbagai halangan, masalah dan penderitaan sehingga iman itu justru bisa tumbuh makin kuat.

Dengan adanya berbagai kesulitan hidup, kita akan bisa menghilangkan rasa angkuh dan tidak peduli akan Tuhan dan sesama kita. Dengan adanya berbagai masalah hidup, kita bisa kembali bergantung sepenuhnya kepada bimbingan Tuhan dan mau merendahkan diri kita di hadapan tahtaNya. Dengan adanya penderitaan dalam hidup kita, kita juga akan lebih bisa merasakan penderitaan orang lain dan mau menolong mereka yang lebih menderita.  Dengan demikian, dalam menghadapi berbagai tantangan hidup kerohanian kita makin lama akan menjadi makin baik dan makin menyerupai apa yang sudah diperlihatkan Yesus kepada kita. Oleh karena itu, harapan kita akan masa depan juga akan makin besar, yaitu harapan akan puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. Tetaplah teguh dalam iman!

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Ayub 23:10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s