Jangan berhenti berharap

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” Roma 8: 24-25

See the source image

Kegiatan apakah yang paling anda benci? Tiap orang tentunya mempunyai jawaban yang berbeda. Ada orang yang tidak suka bepergian, ada yang membenci memasak, dan ada juga yang tidak mau menonton show dan sebagainya. Bagaimana dengan saya sendiri? Saya membenci antrian. Buat saya, mengantri adalah hal yang menjemukan; dan sekalipun saya suka menonton film di bioskop dan juga pertunjukan lain, saya akan batal menonton kalau saya tahu bahwa antriannya bakal panjang. Sudah mundur sebelum berjuang, begitu orang mengkritik saya. Mengapa begitu? Mungkin itu karena pengalaman pahit sewaktu mengantri karcis bioskop di tahun 60an. Saya masih ingat bahwa ketika itu antriannya panjang dan sesudah mengantri selama satu jam karcisnya ternyata habis! Harapan saya tidak menjadi kenyataan….

Berharap akan sesuatu yang indah dan menyenangkan memang sering dilakukan oleh banyak orang. Setiap orang yang mempunyai suatu harapan mungkin sering diingatkan teman agar tidak putus asa. Tetaplah berusaha, dan jangan putus harapan, begitu mungkin nasihat mereka. Dengan itu, impian tetap dipertahankan dan semangat tetap dipupuk untuk terus berusaha mewujudkan apa yang diharap-harapkan. Walaupun demikian, jika orang sudah menanti-nantikan sesuatu untuk waktu yang lama, harapan akan datangnya keberhasilan akan mulai turun; apa lagi jika apa yang diharapkan belum juga dapat terlihat mata.

Jika harapan untuk mendapatkan sebuah karcis bioskop saja sudah sulit untuk dipertahankan jika ada banyak orang yang mengantri, anda mungkin bertanya-tanya bagaimana saya bisa berharap akan datangnya satu hal yang besar dalam hidup saya. Itu adalah sebuah pertanyaan yang bisa diterima. A fair question. Orang yang tidak sabar dan mudah putus asa dalam menantikan datangnya sesuatu yang biasa-biasa saja dan bisa dilihat mata, tentu akan sulit untuk bisa tetap bersemangat dalam mengharapkan kedatangan sesuatu yang sangat berharga yang belum bisa dilihat saat ini. Orang yang tidak bisa berharap akan satu hal yang kecil, tentunya sukar untuk berharap akan satu hal yang besar.

Ayat di atas menjelaskan bahwa sesuatu yang sangat besar dan tidak bisa kita lihat sudah kita terima. Sebagai orang percaya, pengurbanan Kristus di kayu salib sudah memungkinkan kita mendapat pengampunan Allah atas dosa-dosa kita. Kita sudah menerima keselamatan dari Tuhan. Walaupun demikian, selama hidup di dunia, keselamatan itu belumlah kita lihat. Kita sudah mendapatkan keselamatan, tetapi kita masih mengharapkan saat yang indah dimana kita bisa bersama Yesus di surga. Kita masih mengharapkannya, tetapi kita tidak akan dikecewakan karena Yesus sudah menggenapi tugas penyelamatanNya. Dengan demikian kita yakin bahwa apa yang terbesar yang menjadi harapan iman kita, akan terjadi pada waktunya. Kita tidak perlu merasa kuatir kalau-kalau itu tidak terjadi, atau kalau itu ternyata bukanlah sesuatu yang istimewa. Jika Yesus sudah mati untuk memberi kita harapan, harapan itu tentu sangat berharga dan pasti terjadi. Dengan itu, selama hidup di dunia kita akan menantikan hal itu dengan tekun dan sabar.

Bagaimana perasaan kita jika pengharapan kita akan satu hal yang terbesar dalam hidup kita ternyata tidak sia-sia? Tentunya dengan jaminan keselamatan kita, apa pun yang terjadi di sekeliling kita saat ini tidak akan mempengaruhi sukacita kita. Jika kita bisa berharap dalam hal yang besar, seharusnya kita lebih mudah untuk bisa berharap akan hal-hal yang lebih kecil. Dalam hidup kita memang kita melihat adanya berbagai masalah dan kita berharap untuk bisa mengatasinya. Tetapi, semua itu tidaklah sebanding dengan apa yang belum dapat kita lihat, tetapi sudah kita terima yaitu keselamatan Ilahi. Dengan demikian, mengapa kita harus putus asa dalam menghadapi persoalan-persoalan dan harapan-harapan yang ada dalam hidup kita sekarang ini? Tuhan yang sudah memberikan apa yang terbesar, tentunya sanggup untuk memberi kita apa yang baik untuk kita, sesuai dengan kebijaksanaanNya. Dalam penantian, apa yang perlu kita lakukan hanyalah bertekun dalam iman.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s