Datanglah kepada Tuhan

Biarlah aku menumpang di dalam kemahMu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayapMu!” Mazmur 61: 4

Sudah beberapa hari ini berita-berita yang muncul dalam media kebanyakan berupa berita yang buruk. Pandemi COVID-19 memang masih merajarela, tetapi apa yang terjadi di beberapa tempat bisa membuat banyak orang bertambah gundah. Adanya demo besar di beberapa negara yang disertai dengan kekerasan, sudah memakan beberapa korban jiwa. Ini sudah tentu bisa membuat orang makin kuatir melihat keadaan dunia saat ini. Apalagi, kemunduran ekonomi yang mengancam banyak negara membuat orang makin tidak yakin apakah tahun 2020 ini bisa dilewati dengan selamat.

Siapakah yang bisa meramalkan keadaan sekarang sebelum ini terjadi? Dan siapa yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa mendatang? Tidak ada seorang pun yang bisa. Karena itu tidaklah mengherankan bahwa banyak orang yang mengalami tekanan batin yang sangat besar karena merasa tidak berdaya untuk menghindari bencana. Bagi banyak orang, bangun tidur adalah bagaikan mengalami mimpi buruk. Apa yang dilihat mata dan didengarkan telinga hanyalah berita yang tidak enak dan bahkan mengerikan. Masa sekarang adalah berat dan masa yang akan datang mungkin akan lebih berat. Mungkin mereka merasa ada baiknya jika mereka tidur lagi sehingga dapat menghindari kenyataan hidup. Tetapi, untuk bisa tidur nyenyak dengan pikiran yang gundah seringkali juga tidak mudah.

Adakah sesuatu yang bisa membawa sedikit kedamaian dan ketenangan hati dan pikiran di saat sulit sekarang ini? Kemana kita harus berlindung jika kemampuan kita sendiri sudah tidak dapat memberi jaminan masa depan? Adakah orang yang dapat memberi penghiburan kepada kita di saat kita berduka? Ayat di atas ditulis oleh Daud yang lemah lesu menghadapi tantangan hidupnya (Mazmur 61: 2). Daud yang sadar bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat perlindungannya (Mazmur 61: 3,) menyatakan keinginannya untuk tinggal di Kemah Suci Tuhan.

Kemah Suci, dalam bahasa Ibrani disebut Mishkan yang artinya tempat tinggal Allah, adalah rumah ibadah yang diperintahkan Tuhan kepada Musa untuk didirikan pada saat bangsa Israel berada di kaki Gunung Sinai. Dalam bahasa Inggris Kemah Suci diterjemahkan dengan kata Tabernacle, berasal dari bahasa Latin Tabernaculum yang artinya kemah, gubuk atau pondok.

Sudah tentu Daud sadar bahwa ia tidak dapat tinggal menumpang dalam Kemah Suci. Tetapi, Kemah Suci dalam bayangan Daud adalah suasana dan keadaan di mana ia bisa merasakan kasih dan perlindungan Tuhan. Seperti seorang pengungsi yang membutuhkan pertolongan, Daud mengharapkan bantuan yang bukan hanya untuk sementara. Jika manusia tidak dapat memberi Daud perasaan damai dan tenteram, Tuhan bisa dan mau untuk memberi tempat berlindung yang abadi.

Hari ini, adakah kekuatiran yang anda rasakan? Adakah masalah besar yang harus anda hadapi? Sekalipun anda tidak dapat mengharapkan bantuan orang lain, Tuhan selalu siap menolong anda. Datanglah dan tinggallah di kemah Tuhan, maka Ia akan memberikan pertolonganNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s