Rencana Tuhan harus terjadi

Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.” Pengkhotbah 7: 14

Tuhan, Engkau sungguh besar!

Ada orang yang mengatakan bahwa hidup manusia itu seperti koin mata uang. Kita dihadapkan kepada dua kemungkinan: malang di satu sisi dan mujur di sisi yang lain. Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itu terserah pada Tuhan. Hari baik adalah hari dimana kita bisa mencapai hasil yang baik, hari buruk adalah hari dimana apa yang kita kerjakan tidak membawa hasil yang diharapkan. Pendapat sedemikian memang terdengar seperti seratus persen benar, tetapi ada orang yang menganggapnya serupa dengan fatalisme atau takdir.

Adalah kenyataan bahwa setiap pagi orang bangun dari tidurnya dan mengharapkan bahwa hari itu adalah hari yang baik, terutama mereka yang mempunyai usaha wiraswasta seperti penyediaan jasa atau membuka toko. Memang datangnya pelanggan atau pembeli tidak bisa diduga, dan bisnis bisa sepi atau ramai tergantung pada berbagai faktor. Tetapi tentunya sang pemilik toko akan berusaha keras untuk membuat tokonya laris.

Bagaimana pula dengan orang yang bekerja di kantor atau di rumah? Mereka yang bekerja untuk sebuah perusahaan mungkin pada hari yang baik mendapat pujian dari atasan, tetapi pada hari yang buruk mungkin membuat kesalahan yang tidak semestinya. Tetapi tentunya semua pekerja yang baik selalu berusaha bekerja keras. Begitu juga mereka yang bekerja di rumah terkadang mendapat pujian dan ucapan terima kasih dari anggota keluarga, tetapi bisa juga menerima omelan sekalipun sudah bekerja keras seharian. Walaupun demikian, mereka yang mencintai keluarganya tentu selalu ingin bekerja keras untuk membahagiakan seisi rumah.

Pengkhotbah dalam ayat diatas menulis tentang dinamika kehidupan yang menyangkut semua orang di dunia, yang bekerja maupun yang tidak bekerja, tua atau muda, pria maupun wanita. Bahwa semua orang bisa mengalami saat-saat yang membawa suka maupun yang membuat duka, dan itu termasuk apa yang disebut sebagai kejutan karena terjadi diluar dugaan. Itu seperti yang kita alami pada awal tahun ini ketika pandemi datang secara tidak terduga di berbagai negara.

Jika manusia hanya tergantung pada “takdir”, tentunya tidak ada gunanya bagi seseorang untuk berusaha bekerja keras, hidup sehat dan berbuat baik. Tetapi Tuhan menghendaki setiap manusia untuk bertanggung jawab atas hidup mereka dan apa yang dilakukan ataupun yang tidak dilakukannya. Pada pihak yang lain, Tuhan yang mahakuasa tidak akan dipengaruhi oleh apa yang dikerjakan manusia. Ia bisa memakai keberhasilan dan kegagalan manusia untuk menggenapi rencanaNya.

Jika Tuhan bukanlah Tuhan yang mahakuasa, memang manusia bisa menentukan atau menerka apa yang harus terjadi hari ini. Manusia juga akan bisa merencanakan apa saja yang dikehendakinya. Tetapi, karena Tuhan adalah mahakuasa, apa yang akan terjadi di masa depan tidak dapat ditentukan manusia. Pertanyaan yang sederhana pun, seperti apakah kita bisa bangun dari tidur esok pagi dalam keadaan sehat, tidak bisa kita jawab dengan kepastian. Masa depan manusia sepenuhnya ada di tangan Tuhan. Tuhan mempunyai rencana tersendiri untuk setiap orang, dan manusia harus tunduk kepada kehendakNya dalam hidup, dalam bekerja dan dalam berusaha.

Hari ini, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jika kita mendapat hasil yang baik dalam hidup kita, kita boleh menikmatinya. Sebaliknya, jika kita mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, kita harus percaya bahwa itu juga dengan sepengetahuan Tuhan. Dalam segala hal kita harus mengakui bahwa Tuhan adalah mahakuasa, dan karena itu adalah sepatutnya jika kita selalu mau berusaha sambil bersyukur dan menyerahkan masa depan kita sepenuhnya kedalam bimbingan kasihNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s