Kuatir itu tidak ada gunanya

“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?” Lukas 12: 25

Hanya Tuhanlah yang bisa menolongku

Masih ingatkah anda akan lagu anak-anak zaman dulu yang berjudul “Sayonara“? Walaupun ada lagu pop Jepang yang judulnya sama, lagu ini bukan dari Jepang sekalipun memang sama-sama berarti “selamat berpisah”. Lagu ini mungkin sudah jarang dinyanyikan oleh anak-anak sekarang, tetapi justru lebih sering dinyanyikan orang dewasa sewaktu akan mengakhiri sebuah pertemuan besar. Lagu yang bernada gembira ini agaknya dinyanyikan untuk menghilangkan rasa sedih karena datangnya saat untuk berpisah.

Sayonara sayonara
sampai berjumpa lagi
Sayonara sayonara
sampai berjumpa lagi
buat apa susah
buat apa susah
susah itu tak ada gunanya
buat apa susah
buat apa susah
susah itu tak ada gunanya

Saya sendiri terakhir kalinya menyanyikan lagu ini di dalam sebuah bis bersama-sama teman SMA saya ketika kami meninggalkan kota Yogyakarta untuk kembali ke Surabaya setelah seminggu bertamasya di akhir SMA. Dengan perjalan pulang itu, pengalaman manis yang kami alami dengan mengunjungi candi Borobudur dan tempat-tempat turis lainnya harus diakhiri. Walaupun demikian, di sepanjang jalan kami tidak henti-hentinya bercanda sambil menyanyikan lagu Sayonara sekedar untuk mengisi waktu sambil menghibur diri dari rasa sedih. Bagi sebagian teman memang rasa sedih ada karena akan berpisah, tetapi tentu ada juga yang sedih karena liburan yang sudah habis!

Rasa sedih adalah reaksi normal manusia yang menghadapi kesusahan. Rasa sedih bisa juga timbul bersama dengan rasa kuatir jika orang merasa kehilangan sesuatu dan kemudian tidak yakin apakah ia sanggup menghadapi hari depan. Jika rasa sedih mungkin bisa diakhiri karena manusia dikaruniai oleh kemampuan untuk melupakan apa yang sudah lewat, rasa kuatir seringkali berkelanjutan karena adanya masa depan yang tidak dapat dipastikan. Keduanya, rasa sedih dan rasa kuatir, bisa berwujud perasaan hati yang sangat kuat dan yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Hal ini tidaklah mengherankan karena dengan bersedih dan berkuatir sebenarnya tidak ada yang baik yang bisa dihasilkan. Keduanya adalah unsur negatif dalam hidup yang tidak berguna.

Ayat di atas adalah ucapan Tuhan Yesus yang sangat terkenal. Yesus berkata bahwa kekuatiran tidak akan bisa mendatangkan apa yang baik bagaimana pun kecilnya. Kekuatiran akan masa depan, karena keadaan sosial, ekonomi, kesehatan dan keamanan tidak akan memperbaiki situasi atau pun kondisi kita. Sebaliknya, di tengah kekacauan dunia saat ini, baik jasmani maupun rohani kita bisa menjadi lemah jika kita selalu kuatir. Yesus mengatakan bahwa kita adalah manusia yang kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan kemampuan diri sendiri (Lukas 12: 26). Dengan demikian, jika kita kuatir menghadapi masalah yang besar, apakah yang bisa kita harapkan? Apakah gunanya kekuatiran jika kita memang adalah manusia yang lemah?

Hanya kepada Tuhan kita bisa berharap ditengah keadaan yang sangat menekan saat ini. Hanya Tuhan yang mempunyai kuasa yang dapat menyelesaikan segala perkara yang merintangi rencanaNya. Karena itu kepada Dia kita harus berharap dan berdoa agar Ia membimbing kita untuk bisa mengatasi segala masalah kita. Kita harus dengan yakin bahwa dengan bimbinganNya segala sesuatu akan berakhir dengan kebaikan sesuai dengan rencanaNya.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s