Tahukah anda siapa diri anda?

“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.” Mazmur 139: 1 -4

Pernahkah anda menonton film Papillon? Fim Papillon adalah film produksi 1973 yang menceritakan seorang pria bernama Henri Charriere yang dibuang ke tempat pengasingan karena dituduh melakukan berbagai kejahatan. Henri mempunyai semangat yang tak pernah padam untuk kabur, untuk melarikan diri, untuk bebas. Jiwanya lepas, tak sudi dikungkung dan selalu mencari jalan untuk keluar dari penjara . Mungkin karena itu Henri dijuluki Papillon, Sang Kupu-kupu.

Meskipun dikurung dalam penjara yang bertembok tinggi dan tebal, suatu saat Papillon berhasil lolos. Tetapi, tak lama kemudian ia tertangkap dan kemudian dimasukkan ke ruang pengasingan yang kotor dan kecil. Papillon harus hidup tanpa sinar matahari dengan kondisi gizi yang sangat buruk. Dia tidak boleh bertemu manusia lain, selama 1 tahun. Keadaan ini hampir membuatnya gila dan karena itu ketika ia sempat mengeluarkan kepalanya dari lubang pintu makanan, ia bertanya kepada narapidana disebelah kamar tahanannya: “Bagaimana rupaku?” Papillon yang tinggal didalam kegelapan dan tidak pernah bercermin, tidak lagi tahu bagaimana rupanya.

Seperti Papillon, mungkin kita saat ini merasa bahwa kita tidak tahu lagi siapakah diri kita yang sebenarnya. Keadaan dunia yang kacau dan berbagai tantangan hidup seringkali memaksa kita untuk tidak memikirkan hal-hal lain di luar usaha untuk bisa tetap hidup, tetap survive. Kadang-kadang hidup ini terasa begitu berat dan matahari serasa tidak bersinar, sehingga kita merasa seakan kita sendirian tanpa teman. Siapakah aku dan mengapa aku harus mengalami semua ini? Bagaimana kata orang lain tentang diriku? Apakah mereka tetap bisa menerima aku sebagai sesama manusia yang membutuhkan teman? Mengapa tidak ada seorang pun yang peduli akan kesulitanku?

Di tengah keadaan yang harus kita hadapi, kita merasa terkubur dalam berbagai beban berat, dan perlahan-lahan mulai meragukan siapakah diri kita. Jika dalam keadaan senang orang tidak pernah memikirkan mengapa ia harus menerima segala hal yang baik dan indah, dalam keadaan susah orang mulai memikirkan siapakah dirinya yang harus mengalami semua kesulitan hidup. Dalam kesunyian kita mungkin bertanya-tanya apakah ada orang yang masih menganggap kita sebagai sesama manusia.

Pemazmur dalam ayat di atas sering mengalami hal yang yang menekan jiwanya. Seringkali ia merasa bahwa tidak ada orang yang bisa menolong dia, dan bahkan Tuhan seringkali terasa jauh. Tetapi dalam ayat di atas, ia menyadari bahwa Tuhan sebenarnya tahu apa saja yang ada dalam hidupnya. Tuhan ternyata menyelidiki dan mengenalnya dan bahkan tahu kalau ia duduk atau berdiri. Tuhan mengerti jalan pikirannya sekalipun dari jauh. Tuhan melihatnya kalau ia berjalan dan berbaring, dan Ia mengerti segala jalan yang diambilnya. Bahkan sebelum lidahnya mengeluarkan perkataan, Tuhan sudah tahu apa yang akan diucapkannya.

Jika Tuhan adalah mahakuasa dan mahatahu, dan Ia mengikuti apa saja yang terjadi dalam hidup kita, mengapa kita merasa bahwa kita hanya seorang diri dalam hidup ini? Mengapa kita tidak menyadari bahwa Tuhan yang mahakasih senantiasa menyertai kita? Mungkin kita tidak lagi tahu siapakah diri kita. Mungkin kita tidak lagi tahu bagaimana penampilan kita dalam pandangan Tuhan. Tuhan yang sudah mengangkat kita sebagai anak-anakNya tidak pernah melupakan kita atau meninggalkan kita. Sekalipun kita berada dalam kegelapan dan mulai meragukan harga hidup kita, bagi Tuhan kita adalah seperti mutiara-mutiara berharga. Jika kita sendiri tidak yakin apakah hidup kita ada harganya di hadapan manusia, ayat di atas menunjukan bahwa Tuhan selalu mengikuti jalan hidup kita dengan penuh rasa kasih. Dengan demikian, mengapa pula kita harus ragu tentang diri kita? Kita adalah orang-orang pilihan Tuhan yang tidak pernah akan ditinggalkanNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s