Tuhan selalu mengawasi kita

“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” Mazmur 139: 1 – 2

Tuhan mengawasi setiap langkahku

Hari ini dari laporan TV ABC saya mendapat kabar bahwa beberapa restoran di Brisbane meminta pelanggan mereka untuk memberikan rincian kontak mereka untuk tujuan pelacakan COVID-19. Banyak orang yang menolak untuk memberikannya karena kekuatiran bahwa informasi itu akan jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung-jawab. Memang di Australia dan juga di negara barat lainnya, orang sangat menghargai kerahasiaan pribadi atau privacy. Orang pada umumnya tidak senang jika ada orang lain yang ingin tahu apa yang dianggap rahasia pribadi.

Seorang pria ditanya oleh pewawancara ABC apakah dia kuatir dengan adanya permintaan restoran itu. Dia tersenyum dan berkata, “Tidak, saya tidak kuatir sama sekali. Saya seorang Kristen, dan saya sudah biasa diawasi setiap saat ”. Saya agak kaget dengan jawaban pria ini karena jarang orang di Australia yang mengaku di depan umum bahwa ia adalah orang Kristen, apalagi mengaku bahwa ia diawasi setiap saat. Jawaban pria ini mungkin tidak dapat ditangkap oleh masyarakat umum. Diawasi siapa? Di Australia orang Kristen beruntung karena bebas untuk melakukan ibadahnya, tidak ada petugas pemerintah atau polisi yang mengawasi mereka. Banyak orang mungkin tidak tahu bahwa pria itu menyatakan bahwa ia diawasi Tuhan setiap saat! Tetapi pada pihak yang lain, mungkin juga tidak semua orang Kristen sadar atau mau memikirkan bahwa Tuhan mengawasi tindak tanduknya setiap saat.

Ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Tuhan menyelidiki dan mengenal pemazmur. Tuhan tahu kalau ia duduk atau berdiri, dan Tuhan mengerti pikirannya dari jauh. Mazmur 139 memang sepenuhnya didedikasikan kepada Tuhan yang mahatahu. Bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan, kenyataan ini mungkin dianggap keterlaluan. Mereka tidak ingin Tuhan mengawasi mereka. Seperti Adam dan Hawa, manusia cenderung ingin melakukan apa yang disenanginya tanpa sepengetahuan atau seizin Tuhan. Dan jika mereka sudah berbuat dosa, mereka akan berusaha menyembunyikan diri dari mata Tuhan. Ini tentunya sesuatu usaha yang tidak mungkin berhasil.

Amsal 5: 21 – 23 berbunyi:

“Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasiNya. Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri. Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.”

Dari ayat ayat di atas jelas terlihat bahwa segala tingkah laku dan perbuatan manusia diawasi Tuhan. Baik orang Kristen maupun orang yang tidak mengenal Tuhan, semuanya tidak bisa luput dari pengawasanNya. Ia tahu jika ada orang yang ingin berjalan sendiri untuk mengikuti keinginan hatinya. Ia tahu bahwa orang-orang sedemikian akan tertangkap dalam kejahatannya dan terjerat dalam dosa. Orang yang sedemikian akan menerima hasil perbuatannya sendiri yang harus dipertanggung-jawabkan di hadapan Tuhan. Mereka tidak dapat mempersalahkan Tuhan yang membiarkan mereka untuk berbuat dosa. Mereka tidak dapat mengatakan bahwa Tuhan sudah mengawasi mereka dan menetapkan mereka untuk jatuh ke dalam dosa. Sebaliknya, mereka semestinya sadar bahwa Tuhan mengawasi segala perbuatan mereka dan karena itu seharusnya mereka tidak melakukan apa yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Bagaimana dengan orang Kristen? Adakah gunanya bagi mereka jika Tuhan mengawasi segala segi kehidupan mereka? Tentu saja! Tuhan yang mahakuasa mengasihi orang-orang yang taat kepadaNya dan mau mengarahkan mereka ke jalan yang benar dan membimbing mereka sehingga makin hari mereka makin sempurna di dalam Dia. Sekalipun keadaan dunia berubah menjadi kacau dan masalah datang bertubi-tubi, Tuhan mengawasi dan menjaga hidup mereka senantiasa.

Pada pagi ini, adakah kerisauan dalam hati anda? Tidak adakah orang yang mengerti perasaan dan keadaan anda? Tidak adakah orang yang bisa menolong anda? Tidak adakah teman yang bisa dipercaya? Mungkinkah anda berusaha menyembunyikan duka-lara dari pandangan orang lain? Biarlah kita sadar bahwa kita tidak dapat bersembunyi dari pandangan mata Tuhan. Tuhan melihat setiap orang dan bagi mereka yang percaya kepada Dia, Tuhan mengawasi dengan mataNya yang penuh kasih untuk melindungi dan menguatkan mereka. Mata Tuhan juga mengawasi umatNya yang tersesat; sebagai gembala yang baik Ia memanggil mereka untuk kembali ke jalan yang benar.

“TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Mazmur 121: 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s