Yesus tentu mengerti penderitaan kita

“Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” Ibrani 2:18

Penderitaan Kristus membuktikan kasihNya

Alkisah ada seorang petani muda dan baik hati yang bernama Ma Liang. Dia suka menggambar dan memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pelukis. Dia bekerja sangat keras untuk mencapai cita-cita ini dan meskipun dia tidak memiliki sebuah kuas untuk melukis, dia menggambar dengan alat seadanya di tempat-tempat yang dikunjunginya. Pada suatu malam, ketika Ma Liang bersiap-siap untuk tidur, seorang tua muncul dan memberinya sebuah kuas ajaib. Ma Liang kemudian menggunakan kuas itu untuk mengecat ayam jantan. Ketika ia melukis bulu terakhir, lukisan ayam jantan berubah menjadi ayam hidup yang kemudian terbang.

Menyadari kekuatan kuasnya, Ma Liang bertekad untuk menggunakannya untuk membantu orang lain. Tetapi, sekalipun Ma Liang ingin menolong orang-orang yang menderita, ia sendiri tidak dapat sepenuhnya merasakan penderitaan orang lain atau mengerti akan kebutuhan mereka. Karena itu, suatu hari Ma Liang sengaja melukis dirinya sendiri sebagai orang pengemis tuna wisma. Walaupun Ma Liang tidak kaya, ia belum pernah kelaparan atau tidur dengan kedinginan di alam terbuka. Ternyata penderitaan yang dirasakannya sebagai pengemis tuna wisma adalah jauh lebih berat dari apa yang pernah dibayangkannya. Sejak hari itu, Ma Liang bisa menggunakan kuas ajaibnya untuk menolong orang yang mempunyai berbagai masalah.

Cerita di atas adalah sebuah adaptasi dari cerita rakyat terkenal dari China. Tentu saja itu hanya dongeng anak kecil. Tetapi maknanya cukup besar, yaitu bahwa kita hanya bisa menolong orang lain jika kita benar-benar tahu, dan bisa merasakan masalah yang dihadapi mereka. Terlalu banyak orang yang mengajarkan cara untuk menghadapi masalah kehidupan, sekalipun mereka sendiri belum pernah mengalami penderitaan yang serupa. Berbagai motivator seringkali mengajarkan cara untuk bisa bertahan dalam menghadapi gelombang kehidupan, sekalipun mereka hanya bisa menikmati penghasilan orang lain yang menghadapi masalah. Bahkan dalam situasi pandemi ini banyak orang yang menawarkan obat untuk menangkal virus corona, sekalipun mereka belum pernah memakainya untuk kesembuhan diri sendiri.

Bagaimana seseorang bisa mengerti perasaan orang yang menderita jika tidak pernah mengalaminya sendiri? Bagi mereka yang menderita sudah tentu sulit untuk bisa percaya kepada mereka yang hanya bisa memakai kata-kata untuk menghibur. Seperti itu jugalah, kita umat Kristen akan sulit untuk bisa yakin bahwa Tuhan mengerti segala penderitaan dan masalah yang kita hadapi, jika tidak karena Yesus Kristus yang sudah turun ke dunia sebagai manusia. Yesus adalah Anak Allah yang sudah meninggalkan kemuliaan surgawi dan turun kedunia (Filipi 2: 5-8). Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya, Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Pagi ini, adakah keraguan anda bahwa Tuhan sepenuhnya mengerti akan perasaan anda? Bimbangkah anda ditengah kesulitan hidup yang ada karena tidak ada seorang pun yang memahami penderitaan anda? Mungkinkah anda merasa bahwa Tuhan dengan kemuliaanNya di surga sudah melupakan anda yang berdoa siang-malam untuk memohon pertolonganNya? Ayat diatas menyatakan bahwa Yesus sendiri telah menderita di dunia, dengan demikian Ia pasti mau dan dapat menolong mereka yang mengalami penderitaan saat ini. Tetaplah percaya akan kasihNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s