Menjalani hidup hari demi hari

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6: 34

Selamat tahun baru! Hari besar yang ditunggu-tunggu sejak datangnya hari Natal telah tiba. Tahun baru telah datang di berbagai tempat di dunia, dimulai dengan negara-negara di sekitar Selandia Baru, kemudian Australia, Indonesia dan seterusnya, sesuai dengan posisi mereka di bumi. Bersama dengan itu berbagai harapan, resolusi dan doa diucapkan manusia untuk 365 hari yang akan datang.

Dalam merayakan tahun baru, biasanya banyak orang yang berpesta-pora dan makan-minum untuk mengucapkan selamat tinggal pada tahun yang telah lalu dan menyambut datangnya tahun yang baru. Negara-negara yang kaya menghamburkan jutaan dolar untuk segala acara dan pesta kembang apinya. Mereka yang berhasil hidupnya tentunya ingin merayakannya dengan semeriah mungkin, karena kemampuan yang ada. Tetapi, pada akhir tahun ini suasana sangat berbeda karena adanya pandemi. Banyak negara sudah membatalkan acara kembang api untuk menghindari kerumunan orang dan juga untuk mengurangi pengeluaran. Dalam keprihatinan, tidaklah mengherankan bahwa di saat ini orang hanya bisa bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada bulan-bulan mendatang.

Berbeda dengan ucapan selamat hari Natal yang berisi pesan-pesan mengenai sukacita dan damai, kebanyakan ucapan selamat tahun baru secara tradisionil berisi harapan untuk keberhasilan dalam semua usaha dan segi kehidupan manusia. Walaupun semua ucapan selamat tahun baru itu dimaksudkan untuk memberi semangat optimisme dan keberanian dalam menjalani hidup di tahun baru, pada saat ini tidak ada seorang pun yang yakin bahwa tahun depan adalah tahun yang baik. Memang, hidup agaknya akan menjadi semakin berat dalam tahun 2021 ini.

Soal hidup berat, saya teringat akan lagu “One day at a time” atau “Satu hari pada satu waktu” yang pernah dinyanyikan oleh Meriam Bellina. Lagu ini menggambarkan betapa banyak masalah yang dihadapi sang penyanyi, tetapi ia memohon kepada Yesus untuk bisa menghadapi persoalan hari ini saja untuk saat ini. Karena masa lalu sudah lenyap dan masa depan tidak diketahuinya, ia hanya meminta Tuhan untuk memberi pertolongan untuk menghadapi hari ini. Persoalan esok hari tidak perlu dipikirkan sekarang.

One day at a time, sweet Jesus
Satu hari pada satu waktu, Yesus yang manis
That’s all I’m asking from you
Hanya itu yang saya minta dari Engkau
Give me the strength to do everything that I have to do
Berilah aku kekuatan untuk melakukan segala sesuatu yang harus aku lakukan
Yesterday’s gone sweet Jesus
Kemarin sudah lenyap Yesus yang manis
And tomorrow may never be mine
Dan besok mungkin tidak akan menjadi milikku
Help me today
Bantu aku hari ini
Show me the way
Tunjukkan
jalannya pada ku
One day at a time.
Satu hari pada satu waktu.

Memang bagi banyak manusia, umumnya keadaan yang tidak menentu di hari depan bisa menimbulkan kekuatiran yang besar. Persoalan hari ini belum terselesaikan, persoalan-persoalan lain di hari-hari mendatang sudah terasa menakutkan. Berbeda dengan itu, bagi orang Kristen satu hal yang paling penting dalam menyambut tahun baru, adalah keyakinan akan penyertaan Tuhan. Bagi orang Kristen, apapun yang akan terjadi dalam tahun yang baru bukanlah sesuatu yang harus dikuatirkan. Keberhasilan atau kegagalan dalam hidup di dunia bukanlah diukur dengan segala sesuatu yang bersifat fana, karena semua hal itu tidaklah kekal. Tetapi harta surgawi, yaitu kedekatan hubungan kita dengan Tuhan adalah yang seharusnya diutamakan; dengan itu kita bisa mendapatkan rasa cukup dan bahkan rasa sukacita yang abadi. Dengan hadirnya Tuhan dalam hidup kita, kita juga akan merasakan ketenteraman karena Tuhan adalah sumber kekuatan dan pelindung kita.

Hari ini, kita harus sadar bahwa seberapapun besarnya rasa optimis dan besarnya pengharapan kita akan kesuksesan kita di tahun yang baru, kita tidak dapat mengandalkan hidup kita kepada diri kita sendiri. Sebaliknya, jika ada rasa pesimis di hati kita, hidup ini terasa penuh dengan tantangan, kesulitan dan marabahaya yang bisa menghancurkan siapapun. Walaupun demikian, dalam keadaan apapun Tuhan selalu siap menolong kita yang beriman kepadaNya. Dengan demikian, kita yakin bisa menghadapi semua tantangan hari demi hari. Biarlah kita dalam tahun yang baru ini bisa dikuatkan karena penyertaan Tuhan sampai sekarang yang bisa kita syukuri!

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” Mazmur 28: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s