Ketika badai tidak kunjung mereda

“Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” Yakobus 5: 7

Sudah 9 bulan keadaan dunia menjadi porak poranda gara-gara adanya pandemi. Bukan saja korban Covid-19 makin lama makin banyak, keadaan ekonomi hampir seluruh negara di dunia sudah menjadi kacau balau. Dalam keadaan seperti ini, banyak negara yang kurang kuat ekonominya mungkin tidak akan dapat mengatasi keadaan setempat tanpa bantuan negara lain; karena sekalipun vaksin sudah ditemukan, mereka akan mengalami kesulitan dalam mengusahakan dana dan fasilitas untuk pengadaan vaksin untuk seluruh rakyat mereka. Jika semua orang saat ini merasa menderita, rakyat jelatalah yang akan mengalami penderitaan yang besar dan berkepanjangan.

Mengapa keadaan tidak kunjung membaik? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi pandemi ini? Ini adalah pertanyaan yang dimiliki semua orang, tetapi tentu tidak semua orang yakin akan jawabnya. Memang dengan adanya vaksin, besar kemungkinan bahwa pandemi ini pelan-pelan akan bisa diatasi. Walaupun demikian, untuk pembagian vaksin diperlukan waktu yang cukup lama. Dalam hal ini, mau tidak mau orang harus menerima keadaan yang ada di saat ini. Berserah dan bersabar. Bagi orang Kristen, semua ini mungkin mengingatkan mereka akan kejadian dalam Alkitab dimana orang Israel mengalami penderitaan akibat musim kemarau yang berkepanjangan dan tidak ada manusia yang bisa memberi jawaban. Tuhanlah yang pada akhirnya menunjukkan kuasa dan kasihNya, dan hujan turun pada waktunya.

Dalam hidup di dunia saat ini, sebenarnya bukan kesehatan saja yang diharapkan manusia. Setiap manusia mempunyai berbagai pengharapan dan kebutuhan. Dalam hal ini, terkadang penderitaan yang dialami selagi menunggu datangnya pertolongan Tuhan terasa tidak tertahankan. Rasul Yakobus dalam ayat di atas menasihati jemaat pada saat itu untuk bersabar dalam penderitaan sambil mengingat bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Seperti seorang petani, mereka semuanya harus bersabar menantikan datangnya hujan yang membawa hasil berharga dari tanahnya.

Kedatangan Tuhan menyatakan saat dimana kita bisa melihat kemuliaan Tuhan sambil bersukacita. Sudah tentu tidak ada seorangpun yang tahu kapan itu akan terjadi. Tetapi itu bukanlah masalah bagi mereka yang beriman, karena apa yang mereka alami tidaklah sebanding dengan apa yang akan mereka terima dari Tuhan. Bagi umat Kristen, kebahagiaan bisa dirasakan dalam segala keadaan karena mereka tahu bahwa Tuhan menghargai ketekunan umatNya. Tuhan yang maha penyayang dan penuh belas kasihan tidak akan menyia-nyiakan mereka yang setia kepadaNya.

“Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” Yakobus 5: 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s