Mengikut Yesus keputusan siapa?

“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.” Roma 7: 18

Minggu lalu saya terbang ke Townsville yang jaraknya 1335 km dari Brisane. Sewaktu saya tiba di Brisbane Airport saya melihat banyak orang yang memakai masker. Sewaktu boarding lebih banyak lagi orang bermasker yang berbaris menunggu giliran masuk pesawat. Sebenarnya keadaan di Brisbane pada waktu ini cukup terkontrol sehingga orang tidak diharuskan memakai masker; mereka yang memakai masker tentunya berdasarkan keputusan diri sendiri. Saya pun kemudian mengambil keputusan untuk mengambil sebuah masker yang disediakan secara gratis di pintu masuk.

Saat ini memang ada anjuran dari maskapai penerbangan di Australia agar penumpang memakai masker, tetapi itu bukanlah keharusan. Tetapi, di kota-kota tertentu ada orang-orang yang terpaksa memakai masker karena diharuskan oleh pemerintah setempat. Sekalipun mereka tidak senang mengenakan masker, adanya peraturan membuat mereka mau tidak mau memakainya. Terlintas sebuah pertanyaan dalam pikiran saya: apakah ini keputusan saya untuk memakai masker, ataukah Tuhan yang mengambil keputusan untuk saya? Pertanyaan yang mungkin dianggap aneh oleh banyak orang, tetapi memang ada orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan yang mengatur segala tindakan manusia, baik kecil maupun besar, melalui penentuan Ilahi atau “devine determinism“.

Ayat diatas ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus menyatakan bahwa ia tahu, bahwa didalam dirinya, sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam dirinya, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Kehendak yang ada pada diri manusia seringkali adalah kehendak yang diracuni dosa dan mungkin juga bisa dipengaruhi iblis. Dengan demikian, jika kita memang bebas untuk memilih apa yang kita lakukan setiap hari, kehendak bebas yang dipakai dalam hubungan kita dengan Tuhan seringkali justru membuat kita menjauhkan diri dari Tuhan. Mereka yang merasa yakin dapat memilih apa saja yang disukai di dunia, bisa terjerumus ke dalam kesimpulan bahwa hidupnya bergantung sepenuhnya pada kemampuan diri sendiri.

Jika kehendak bebas dikaitkan dengan soal keselamatan rohani, siapapun yang mengambil keputusan untuk percaya tentunya hanya bisa percaya karena bimbingan Roh Kudus. Orang tidak dapat memilih jalan keselamatan tanpa bimbingan Tuhan, sekalipun ia dapat memakai kemampuan otak yang diberikan Tuhan untuk mengambil berbagai keputusan dalam hidup sehari-hari.

Walaupun sebagian orang Kristen percaya bahwa manusia mempunyai kebebasan atau freedom untuk mengambil keputusan sehari-hari, mereka belum tentu bisa menerima bahwa semua itu adalah kehendak bebas atau free will yang dikaruniakan Tuhan karena kasihNya. Rencana Tuhan tidak dapat dipengaruhi pilihan manusia, tetapi Ia memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih karena Ia ingin agar manusia menyadari bahwa Ia bukanlah Tuhan hanya dapat memaksa manusia untuk tunduk kepadaNya.

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai manusia yang diciptakan sebagai peta dan teladan Allah, kita diberi kebebasan untuk memilih dan melakukan apa yang kita ingini dalam hidup di dunia. Tetapi, jika kita tidak mau bekerja untuk memuliakan Tuhan dan menyerahkan hidup kita kepadaNya, kehendak bebas kita akan membawa kepada dosa. Penyerahan hidup kita kepada bimbingan Tuhan bukanlah sesuatu yang otomatis akan terjadi pada setiap orang Kristen, tetapi harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh bahwa kitalah yang pada akhirnya bertanggung jawab atas cara hidup kita di dunia ini.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Matius 16: 24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s