Tuhan mengasihi orang yang bergantung kepadaNya

Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya.” 1 Samuel 18: 10

Mereka yang sudah banyak beramal dan berbuat baik agaknya mudah untuk merasa saleh karena demikianlah pandangan kebanyakan orang. Tidaklah mengherankan bahwa mereka dapat dengan tinggi hati yakin bahwa Tuhan selalu mendengarkan doa mereka. Sebaliknya, mereka yang sadar bahwa hidupnya kurang berkenan, mungkin sering meminta ampun kepada Tuhan bahwa mereka bukanlah orang yang pantas untuk menjadi umatNya. Itulah apa yang disampaikan Yesus sebagai perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai yang berdoa di bait Allah (Lukas 18: 9-14). Yesus menyatakan bahwa orang yang rendah hati itu adalah orang yang dibenarkan di hadapan Allah. Itu karena di hadapan Allah yang mahasuci siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan. Tuhan membenci orang yang sombong.

Saul yang diangkat menjadi raja Israel yang pertama adalah anak orang berada dari suku Benyamin yang tinggi besar dan tampan rupanya. Sekalipun ia berada dalam keadaan yang bisa membuat banyak orang menjadi iri kepadanya, Saul merasa tidak pantas menjadi orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi raja (1 Samuel 9: 21). Saul pada waktu itu adalah orang yang rendah hati, dan karena itu Tuhan memilihnya. Lebih dari itu, dengan bimbingan Roh Tuhan, Saul pada mulanya diberkati Tuhan dengan berbagai kesuksesan. Sayang sekali, setelah menjadi raja yang jaya, Saul kemudian menjadi orang yang angkuh. Ia ingin meminta berkat Tuhan sebelum maju perang, tetapi tidak sabar menunggu Samuel untuk mempersembahkan korban bakaran. Ia memaksa untuk mempersembahkan korban, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya. Saul menjadi orang yang sombong dan mengabaikan Tuhan.

Bagaimana Tuhan bertindak menghadapi Saul yang sudah merasa sanggup untuk hidup tanpa Tuhan? Tuhan menghentikan bimbingan RohNya dari Saul dan dengan itu mengalami goncangan kejiwaan. Dalam ayat di atas, jelas bahwa Tuhan mengizinkan roh jahat menguasai Saul sehingga ia tidak dapat menguasai dirinya sendiri.

Tuhan yang mempunyai rencana yang baik untuk umat Israel, tidak akan membiarkan Saul menjadi sedemikian murka jika Ia tidak dapat menguasai tindakan Saul. Dalam berbagai keadaan kritis yang membahayakan jiwa Daud, Tuhan tahu bagaimana Ia harus menyudahinya. Tuhan adalah mahakuasa dan mahatahu. Rencananya selalu baik untuk orang orang yang dikasihiNya. Sebaliknya, Ia membenci orang yang lupa bahwa tanpa Tuhan hidupnya adalah kosong. Ia membenci orang yang berpura-pura saleh, tetapi tidak mau menurut firmanNya. Kita ingat bahwa dengan seizin Tuhan, raja Saul kemudian mengakhiri hidupnya secara tragis dan diganti raja Daud.

Dalam hidup ini, kita mungkin pernah melihat atau mendengar kejadian dimana pemimpin dan tokoh dunia yang dulunya dipandang sebagai orang-orang yang saleh dan menurut perintah Tuhan, kemudian menjadi orang-orang yang lupa bahwa mereka tidak dapat hidup di atas kaki sendiri. Jika kita teliti, banyak orang yang sedemikian lambat laun berubah menjadi orang-orang yang bodoh dan melakukan tindakan-tindakan tercela yang mempermalukan dirinya sendiri. Mereka menjadi orang-orang yang kurang waras pikirannya karena Tuhan menghentikan bimbingan dan perlindunganNya.

Bagaimana pula dengan kehidupan anda saat ini? Sadarkah anda bahwa tidak seorang pun yang bisa hidup tanpa bimbingan, perlindungan dan berkatNya? Keadaan pandemi di dunia saat ini mungkin bisa mengingatkan bahwa kita adalah ciptaan Tuhan dan tidak bisa bergantung pada kekuatan diri sendiri. Tuhan memberkati mereka yang datang kepadaNya dengan rendah hati, memohon pengampunanNya dan dengan penyerahan kepada Dia yang mahakuasa. Tuhan mengasihi orang yang sadar akan dosa dan kelemahannya, dan mau memohon pengampunan dan bimbinganNya setiap hari. Biarlah kita boleh percaya bahwa semua yang terjadi saat ini akan berakhir dengan apa yang baik bagi umatNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s