Tuhan bisa memakai siapa dan kapan saja

“Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaranNya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepadaNya dan mendapat hidup yang kekal.” 1 Timotous 1: 16

Banyak orang ketika mereka melihat kata-kata Paulus dalam ayat-ayat di atas berkata: “Oh, dia pasti melebih-lebihkan untuk menjelaskan sesuatu”. Benarkah begitu? Tidak, Paulus bukannya dengan sengaja memilih kata-kata yang merupakan majas hiperbola. Memang, ketika Roh Kudus menginsafkan seseorang, pada saat itu ia merasa dirinya adalah orang berdosa. Keyakinan ini adalah hal yang sangat terasa; Roh Kudus mengambil dan mengaplikasikan kebenaran Tuhan sehingga menembus hati orang itu dan pada saat itu ia merasakan perlunya pertobatan. Begitu juga kita yang telah menyadari kegagalan di hidup kita dan kemudian menerima kasih karunia dan pengampunan Tuhan, kita akan mengetahui kebenaran ini. Itu mungkin tidak berdampak begitu kuat kepada kita pada saat kita mulai belajar untuk hidup denganNya. Tetapi, cepat atau lambat akan ada perubahan dalam cara hidup kita.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna. Orang yang menyangkal bahwa mereka adalah orang berdosa sama sekali tidak pernah dekat dengan Tuhan. Mereka yang telah mengalami pertemuan dengan Tuhan yang mahasuci akan sadar akan keadaan diri mereka sendiri – bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang telah ditebus. Mereka mengetahui kebenaran bahwa Yesus telah mati untuk mereka dan Roh Kudus tinggal di dalam mereka untuk membebaskan mereka dari dosa. Mereka tidak lagi harus berbuat dosa. Mereka mungkin masih sering tersandung dan melakukan dosa individu, tetapi kehidupan dalam dosa telah mati dan mereka sekarang hidup bagi Tuhan (Rom 6:10).

Ketika kita merenungkan rasul Paulus dan apa yang dia katakan, kita menyadari sesuatu yang luar biasa – Tuhan menggunakan orang berdosa! Meskipun dia adalah seorang Kristen yang luar biasa dan seorang rasul yang luar biasa yang mencapai hal-hal yang luar biasa, menjadi alat Tuhan untuk menyebarkan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi, dia memiliki banyak kelemahan. Kita hanya perlu melihat pada “ketidaksepakatan tajam” antara Paulus dan Barnabas (Kis 15:39) untuk melihat seorang pria yang tidak mampu memberi orang lain kesempatan kedua dan yang berpisah dari rekan kerja yang telah lama dikenalnya. Ini jelas bisa meninggalkan kesan yang kurang baik tentang dirinya. Tapi Tuhan memakai dia!

Lebih lanjut, siapa pun yang mengetahui sejarah dengan cukup baik mungkin tahu bahwa para Reformator bukan hanya pria dan wanita pemberani yang memulihkan Injil, tetapi juga pria dan wanita tidak konsisten yang hidupnya sering mengkhianati Injil. Pertimbangkan beberapa contoh terkenal dari Luther, Calvin, dan Zwingli, tiga tokoh Reformasi.

Luther berulang kali melontarkan hinaan keji pada lawan-lawannya, termasuk Katolik, Yahudi, Anabaptis, dan lainnya. Meskipun Luther menyerang orang Yahudi terutama karena alasan teologis daripada etnis, banyak orang menuduhnya sebagai penganut antisemitisme. Calvin mengizinkan dewan kota Jenewa untuk mengeksekusi Michael Servetus, seorang bidat dalam pelarian dari otoritas Katolik Roma. Zwingli, dengan cara yang mirip dengan Calvin, menyetujui tenggelamnya Felix Manz, salah satu mantan muridnya dan seorang pemimpin dalam gerakan Anabaptis yang sedang berkembang.

Jika kita membaca biografi para pemimpin Kristen lainnya, kita akan menemukan bahwa banyak kelemahan karakter seperti yang dimiliki Luther, Calvin, dan Zwingli. Masing-masing mencatat sejarah dengan noda yang mencolok. Orang mungkin bertanya-tanya apakah jasa orang-orang seperti itu patut dihargai dan diperingati. Walaupun demikian, kita harus sadar bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja dengan segala kelemahan mereka untuk melebarkan kerajaanNya pada saat dan situasi apa pun.

Mungkin ada orang yang mempunyai pandangan sinis akan kehendak Tuhan untuk mengambil orang-orang berdosa dan menebus mereka. Tetapi itulah kehendak Tuhan, Tuhan bekerja di dunia yang jatuh ini untuk menebus pria dan wanita, untuk menyelamatkan mereka dari pengaruh dosa dan menjadikan mereka sesuatu yang istimewa. Kata-kata Yeremia yang terkenal mengatakan semuanya saat dia mengucapkan firman Tuhan untuk bani Israel:

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka Aku akan mendengarkan kamu” Yeremia 29: 11-12

Dalam konteks yang lebih luas itu berarti bahwa sekalipun situasi pandemi saat ini sedang dialami oleh siapa saja, Tuhan merencanakan apa yang baik untuk kita, untuk membebaskan kita dari ikatan dosa dan menjadikan kita anak-anak angkat Tuhan, diampuni, disucikan dan diberdayakan. Tuhan mau memakai kita untuk menjadi terang dunia. Itu adalah keajaiban dari keseluruhan kehendak Tuhan yang tidak berubah, sekalipun langit kelabu ada di depan kita saat ini. Percayalah akan kasih dan kuasaNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s