Dosa membawa kekacauan

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.” Amsal 6: 16 – 19

Suatu hari iblis datang dengan menyamar sebagai ular dan berbicara kepada Hawa, meyakinkannya untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Hawa memberi tahu ular itu bahwa Tuhan berkata bahwa mereka tidak boleh memakannya dan mereka akan mati jika memakannya. Tetapi iblis menggoda Hawa untuk makan dengan mengatakan bahwa dia akan menjadi seperti Tuhan jika dia melakukannya. Iblis sudah membohongi Hawa. Hawa memercayai kebohongan itu dan menggigit buah itu, tentunya karena ingin menjadi seperti Tuhan yang tahu tentang yang baik dan yang jahat. Dia kemudian mengambil beberapa buah untuk dimakan bersama. Adam dan Hawa yang kemudian sadar bahwa mereka telah berdosa, segera merasa malu dan mencoba bersembunyi dari Tuhan. Bermula dari kebohongan atau dusta yang dibuat iblis, Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Karena itu Yesus berkata bahwa iblis adalah bapa segala dusta (Yohanes 8: 44).

Dalam bahasa asli Alkitab, dosa sebenarnya berarti “meleset dari sasaran”. Jika Tuhan sudah menetapkan apa yang boleh dilakukan oleh manusia, perbuatan manusia yang melanggar perintah itu adalah seperti anak panah yang tidak mencapai sasarannya. Ada berapa dosa yang kita perbuat sampai hari ini? Tidak ada seorang pun yang tahu berapa jumlah dan macam dosa yang diperbuatnya dalam sehari, apalagi selama hidupnya. Walaupun demikian, tidak semua orang mau memikirkan hal itu. Memang banyak orang yang melakukan “dosa-dosa kecil ” seperti “bohong putih” dengan anggapan bahwa semua itu tidak merugikan orang lain. Asal saja tidak ada “dosa besar” atau “kebohongan besar” yang dilakukan, banyak orang merasa bahwa hidupnya cukup baik. Dalam berdoa, mungkin mereka hanya mengingat hal-hal yang buruk menurut ukuran manusia dan masyarakat setempat.

Dalam ayat pembukaan diatas, penulis Amsal menyatakan bahwa ada enam atau tujuh hal yang dibenci Tuhan, diantaranya kesombongan dan kebohongan yang sering muncul dalam hidup kita sehari-hari. Penulis Amsal di atas agaknya mencatat dosa-dosa yang memengaruhi kesejahteraan hidup manusia didunia. Memang jika dalam masyarakat atau negara ada kekacauan, pertentangan dan permusuhan, dosa-dosa yang paling mencolok mata adalah kesombongan, kebohongan, kekejaman, ketidakadilan, rencana-rencana jahat, kejahatan, dan adanya saksi dusta. Berbagai kekacauan dan bencana yang terjadi di dunia saat ini bisa mengingatkan bahwa semua hal di atas seringkali adalah asal mula penderitaan manusia.

Hari ini firman Tuhan mengingatkan bahwa semua dosa, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat mata, baik yang “kecil” atau “jamak” yang sering muncul dan sudah diterima masyarakat setempat, ataupun sesuatu yang terlihat benar-benar jahat dan muncul di media, semuanya berasal dari hati manusia yang cacat, seperti yang pernah dikatakan Yesus:

“Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.” Markus 7: 20 – 22

Karena itu, marilah kita sadar bahwa setiap hari kita perlu memohon ampun untuk apapun yang tidak sesuai dengan firman Tuhan dalam hidup kita. Hanya dengan itu kita bisa mendekati Tuhan yang maha suci.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 1 Yohanes 1: 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s