Rancangan Tuhanlah yang pasti terjadi

” TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?” Yesaya 14: 27

Ditemukannya beberapa vaksin untuk Covid-19, membawa harapan baru untuk rakyat dari negara mana pun. Jika biasanya untuk memgembangkan sebuah vaksin dibutuhkan waktu setidaknya 5 tahun, kali ini dalam satu tahun saja sudah ada beberapa kandidat vaksin yang bisa dipakai decara darurat. Bagi kita orang Kristen, ini tentunya karena adanya pertolongan Tuhan.

Dalam bahasa Ibrani, kata B’ezrat Hashem sering dipakai untuk menunjukkan ketergantungan manusia kepada Tuhan – kata itu sendiri berarti “dengan pertolongan Tuhan”. Memang, orang yang percaya adanya Tuhan yang mahakuasa tentunya sadar bahwa segala sesuatu hanya bisa terjadi dengan seizinNya. Lebih dari itu, untuk mencapai apa yang diingininya, manusia membutuhkan pertolongan Tuhan untuk membuka jalan.

Ayat di atas menunjukkan bahwa apa pun yang kita perbuat tidak akan mengubah rancangan atau kehendak Tuhan. Karena itu banyak orang Kristen yang menghadapi tantangan hidup seringkali berdoa ” KehendakMu jadilah”. Dalam kenyataannya, manusia lebih mudah untuk mengatakan daripada untuk melakukan apa yang semestinya.

Manusia seringkali merencanakan segala sesuatu dengan tanpa memikirkan kehendak Tuhan. Manusia sering melakukan sesuatu dan ingin agar Tuhan kemudian memberikan persetujuanNya. Manusia kebanyakan berusaha untuk mencapai apa yang diingininya dan hanya merasa perlu berdoa jika menemui halangan.

Ayat di atas menyatakan bahwa kesombongan manusia secara tidak sadar sering ingin untuk melawan atau menggagalkan rencana Tuhan. Memang, menurut banyak orang, mereka yang tidak berani mengambil keputusan atau tidak punya impian masa depan, tidak akan mencapai apa yang baik. Dengan demikian, banyak orang yang bekerja keras dengan harapan bahwa itu akan sesuai dengan rencana Tuhan. Jika itu tidak sesuai dengan rencanaNya, semoga Ia mau mengubah rencanaNya setelah kita banyak berdoa!

Dalam kenyataannya, memang banyak orang yang kurang berhasil hidupnya karena mereka kurang mau bekerja keras atau kurang mau untuk membuat rencana masa depan. Sebaliknya, banyak juga orang yang sangat yakin akan kemampuannya dan berani melangkahkan kaki untuk mengejar cita-citanya, hanya untuk menemui berbagai kesulitan dan kegagalan.

Ayat di atas memperingatkan mereka yang yakin dan bahkan sombong akan hari depan yang cerah, bahwa hidup mereka bukan di tangan mereka sendiri. Apa yang akan terjadi belum tentu sesuai dengan apa yang mereka pikirkan karena Tuhanlah yang memegang kunci kehidupan. Mereka seharusnya menyadari bahwa hanya dengan mencari kehendak dan pertolongan Tuhan mereka akan bisa melaksanakan apa yang mereka rencanakan.

Sebagai umat Kristen, kita tidak dapat mengharapkan bahwa hidup di dunia bisa menjadi mudah dan selalu lancar. Kita tidak juga bisa berharap bahwa tanpa kita berbuat apa-apa Tuhan akan mendatangkan mukjizat yang kita ingini. Dalam situasi pandemi saat ini, kita tidak tahu apakah dengan adanya vaksin, dalam satu tahun kita akan bisa mengatasi semua dampaknya. Perjuangan hidup kita masih panjang, tetapi kita bisa mengharapkan datangnya pertolongan Tuhan agar kita bisa melangkah dengan iman dan sanggup menghadapi berbagai jurang dan bukit untuk menuju ke arah yang Tuhan sudah tetapkan bagi kita.

“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Amsal 16: 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s