Jujur saja di hadapan Bapa

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Lukas 6: 46

Ampunilah aku ya Bapa..

Bagi banyak orang Kristen, hal bersenandung lagu rohani, berdoa khusyuk dan mengucapkan “kata-kata rohani” seperti shalom, amin dan haleluya, adalah umum. Orang Kristen juga sering menyebut panggilan Bapa, Abba, Tuhan dan Yahwe dengan mesranya setidaknya pada hari Minggu, hari kudus, hari berkelakuan baik. Sepertinya agar Tuhan itu senang dengan usaha pendekatan kita, walaupun hidup kita sehari-hari sebenarnya kacau dan berantakan.

Ayat diatas secara tegas mengungkapkan perasaan Yesus yang resah karena adanya orang yang bermanis-manis kepadaNya tetapi tidak mau menuruti apa yang diperintahkanNya. Jika mungkin untuk manusia membuat pernyataan dan laporan palsu dan setengah palsu sekedar untuk memuaskan atasan-atasan mereka di dunia, manusia tidak dapat membohongi atasan mereka yang di surga karena Dia adalah Tuhan yang mahatahu. Tidaklah mungkin bahwa Tuhan bisa kita bohongi dengan kehidupan kita yang palsu, yang tidak benar. Sia-sialah kita bersikap sopan dan hormat kepada Tuhan jika tingkah laku kehidupan kita di dunia ini mempermalukan Dia yang mahasuci.

Iman Kristen memang unik karena hanya dengan iman kita diselamatkan, dan itu bukan karena perbuatan kita. Tetapi itu bukan berarti kita bisa menjadi persembahan yang hanya harum di luar tetapi berbau busuk di dalam. Bukan berarti bahwa kita bisa menjadi orang Kristen yang nampak indah cemerlang dalam penampilan luar kita tetapi gelap gulita dalam kehidupan sehari-hari kita.Bukan juga berarti kita bisa jujur dalam lingkungan gereja tetapi culas di dalam hidup bermasyarakat.

Begitu banyak orang Kristen yang berpedoman asal Tuhan senang, peduli amat dengan orang lain. Tetapi ini tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan Yesus:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Markus 12: 30-31

Tambahan pula, manusia tidak dapat mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jika ia tidak mengasihi sesamanya yang kelihatan (1 Yohanes 4: 20).

Hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak dapat kita tipu dengan persembahan hidup yang tidak benar, tidak lengkap atau yang sudah direkayasa. Tuhan tahu jika kita berlagak kasih dan hormat kepadaNya tetapi tidak mempunyai rasa kasih dan hormat kepada sesama kita. Tuhan tahu jika kita seolah mau bekerja keras untuk Dia tetapi tidak mau mempedulikan kebutuhan keluarga kita sendiri. Tuhan bisa melihat jika kita hanya mengasihi sesama orang Kristen dan bukannya sesama manusia. Di lain pihak, Tuhan juga tahu jika kita hanya berusaha menyenangkan orang-orang tertentu, mengagumi kehebatan ajaran gereja dan pimpinan gereja kita, dan bukannya berusaha untuk menaati perintah Tuhan.

“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.”  Kolose 3: 22

Marilah kita bersama berusaha hidup dengan jujur di hadapan Tuhan kita yang mahatahu dengan menaati segala perintahNya, supaya dalam setiap saat dan keadaan kita bisa memanggilNya Bapa tanpa keraguan dan kecanggungan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s