Persembahan yang tidak layak itu yang bagaimana?

“Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.” Ulangan 17: 1

Memberi kepada orang lain adalah sesuatu yang dilakukan beberapa orang secara teratur. Sering kali terlihat baik dan bahwa mereka sangat murah hati, sampai apa yang mereka berikan terlihat oleh banyak orang. Tetapi ada banyak orang yang membawa barang-barang ke badan sosial apa yang tidak layak diberikan. Mereka sering memberi pakaian usang atau barang-barang rusak kepada mereka yang membutuhkan. Jarang, dan bahkan tidak pernah, bahwa apa terbaik diberikan kepada orang yang membutuhkan. Biasanya, hanya yang tersisa atau diapkir yang diberikan.

Ini sering terjadi di gereja dengan cara yang sama. Ada banyak orang yang memberikan persembahan kepada Tuhan, tetapi mereka hanya memberikan yang apa yang tersisa atau yang tidak pantas kepada Tuhan. Mereka tidak memberikan yang terbaik. Ada juga yang memberi gereja uang yang berlimpah dari apa yang diperoleh dengan cara yang tidak benar.

Persembahan ini bukan hanya persembahan uang tunai, tetapi bisa berupa waktu dan tenaga. Dalam hal ini, waktu dan pikiran tidak digunakan untuk kemuliaan Tuhan. Fokus banyak orang adalah diri sendiri atau dunia ini, bukan pada Tuhan dan kerajaanNya. Kesibukan dunia ini seringkali membuat orang memberikan yang seadanya, dan bukan yang terbaik. Mreka mungkin merasa bahwa gereja sudah senang dengan persembahan apa pun dari jemaatnya. Mungkin sebagian merasa bahwa gereja tidak akan berkembang tanpa sumbangan uang dan tenaga mereka. Mereka juga merasa bahwa seharusnya pengurus gereja menghargai semua sumbangan mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan tidak membutuhkan apa yang dihasilkan manusia, karena semua yang ada di bumi berasal dari Dia.

Pada waktu itu, Tuhan telah memberi tahu orang Israel untuk tidak mempersembahkan korban yang memiliki cacat di dalamnya. Selama waktu itu, mereka mempersembahkan hewan kurban secara fisik. Apa yang akan dilakukan orang-orang adalah mempersembahkan domba atau lembu yang cacat kepada Tuhan sebagai persembahan mereka kepada-Nya untuk salah satu perayaan. Tuhan akan menganggap ini menjijikkan, karena mereka memberi apa yang patut dibuang, bukan apa yang bisa menunjukkan kemauan mereka untuk menghormati dan memberkati Tuhan.

Setiap orang percaya perlu memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan mempercayai Tuhan untuk sisanya. Berikan waktu, uang, dan tenaga terbaik. Luangkan waktu hari ini untuk difokuskan pada apa yang anda berikan kepada Tuhan. Ijinkan Tuhan untuk memiliki yang pertama dan terbaik dari semua yang anda miliki, waktu, energi, kemampuan, dan uang anda. Jangan berikan hanya sisa makanan atau apa yang sebenarnya tidak anda inginkan karena itu adalah dosa.

Alkitab juga mengisahkan bahwa anak-anak imam Eli adalah orang-orang dewasa yang suka menjarah kurban persembahan untuk Allah. Bukannya mereka menunggu sampai upacara persembahan selesai dan kemudian mengambil bagian daging bakaran yang sesuai dengan hukum yang ada, mereka sebaliknya mengambil apa saja yang mereka mau, kalau perlu dengan jalan kekerasan. Lebih dari itu mereka juga berzinah dengan perempuan-perempuan Israel yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.

Jika kesalahan anak-anak Eli adalah sangat besar menurut standar kepercayaan umat Israel pada waktu itu, semuanya adalah suatu dosa besar yang membuat Allah sangat murka. Segala kesalahan itu dapat disimpulkan sebagai tidak adanya rasa takut kepada Tuhan. Mereka yang seharusnya mengenal Tuhan yang mahasuci, justru mengabaikan adanya Tuhan dengan berbuat semaunya dan dengan tidak menghiraukan teguran Eli, ayah mereka.

Bagi kita, adalah mudah untuk berkata bahwa sudah sepantasnya bahwa Tuhan menghukum anak-anak Eli untuk kedursilaan mereka, dan juga menghukum Eli yang tidak bisa berbuat apa-apa selain menegur mereka. Dalam hal ini, sungguh menarik perhatian bahwa Eli seakan pasrah kepada Tuhan dan tidak lagi peduli akan kemarahan Tuhan yang merasa terhina atas segala apa yang terjadi (1 Samuel 2: 29). Keacuhan kita akan adanya dosa di sekitar kita, adalah termasuk dosa kita juga.

Mungkin kita berpikir bahwa kita tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang diperbuat anak-anak Eli. Kita barangkali yakin bahwa perbuatan seperti menjarah, merampok, mencuri, membuli dan berselingkuh tidak pernah kita lakukan dalam hidup ini. Tetapi, apa yang menjadi penyebab utama kemarahan Tuhan adalah sikap hidup manusia yang mengabaikanNya. Perbuatan-perbuatan jahat hanyalah manifestasi hati dan pikiran yang menaruh Tuhan di satu sudut hidup kita untuk bisa dilupakan. Persembahan yang dihargai Tuhan ialadh persembahan hidup kita baik jasmani maupun rohani, sebagai kurban bakaran yang kudus (Roma 12: 1).

Mengabaikan Tuhan tidak selalu berupa tindakan dursila yang jelas terlihat. Eli yang tidak merasa terbeban untuk menghentikan kejahatan anak-anaknya, juga melakukan dosa besar dalam pandangan Tuhan yang mahasuci. Karena itu, kita harus sadar bahwa jika hidup kita berjalan cukup “normal” untuk ukuran manusia dan kita merasa senang karenanya, itu belum tentu merupakan keadaan yang disukai Tuhan. Mungkin kita tidak pernah merasa bersalah mempersembahkan uang yang berasal dari usaha bisnis kita yang melibatkan kegiatan yang tdak baik. Jika hal itu tidak terlihat orang lain, atau dianggap biasa dalam masyarakat, mungkin anda merasa bahwa semua hasil anda adalah halal dan berasal dari Tuhan yang memberkati anda sebagai hadiah iman anda.

Sungguh tidak sukar bagi kita untuk menjadi manusia dursila! Orang yang dursila adalah manusia yang tidak lagi menempatkan Tuhan yang mahasuci di tempat yang tertinggi dalam hidupnya. Orang sedemikian sering mengabaikan firman Tuhan, tidak lagi sadar akan kebesaranNya, dan tidak lagi menghormatiNya dalam setiap segi kehidupannya. Mereka lupa bahwa untuk menebus dosa manusia, Allah menghendaki darah AnakNya yang tidak berdosa, Yesus Kristus.

Bagaimana pemberian anda kepada Tuhan hari ini? Semoga anda mau memberi kepada Tuhan dengan hati yang rela; bahwa anda akan memberikan diri anda sendiri kepada Tuhan; bahwa anda akan memberikan yang terbaik kepada Tuhan; dan bahwa anda akan menghormati Tuhan dalam semua pemberian anda.

“Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” 1 Samuel 2: 30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s