Keadaan yang buruk tidak dapat melenyapkan apa yang baik

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5: 22 – 23

Bulan ini adalah bulan terakhir sebelum musim dingin datang di Australia. Musim dingin dimulai pada bulan Juni, dan berlangsung sampai akhir Agustus. Di depan kantor saya terlihat daun-daun yang mulai berguguran dan apa yang masih ada di pohon terlihat sangat indah berwarna-warni. Walaupun musim dingin mempunyai keindahan tersendiri, ada hal-hal yang membuat saya merasa masygul dalam memasuki musim dingin pada tahun ini. Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun, dan situasi keamanan dunia yang saat ini mulai digoncangkan oleh berbagai pergolakan dan pertentangan, membuat saya kurang yakin apakah keadaan akan bisa cepat membaik.

Dari apa yang digambarkan dalam Alkitab dalam kitab Kejadian, semua yang ada di taman Eden sebelum manusia jatuh ke dalam dosa terlihat nyaman dan indah dan itu membuat Tuhan menjadi senang (Kejadian 1: 31). Apa yang ada pada waktu itu adalah hubungan yang harmonis antara Tuhan sang Pencipta dan segala makhluk ciptaanNya. Dalam segala apa yang diciptakanNya, kebesaran Tuhan terlihat nyata dan dipermuliakan. Tetapi dengan terjadinya dosa segala keindahan itu menjadi rusak karena tipu daya iblis. Namun, keadaan yang buruk itu tidak dapat mengubah apa yang benar-benar baik, yaitu Tuhan dan kasihNya.

Sebagai Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang baik, Tuhan tentu mau agar segala ciptaanNya bisa membawa kemuliaan bagiNya. Kejatuhan manusia membuat itu tidak mungkin terjadi jika Ia tidak merencanakan sesuatu yang bisa mengalahkan iblis dan mengembalikan keadaan manusia kepada keadaan semula. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, iblis sudah dikalahkan dan manusia bisa memperoleh status sebagai anak Tuhan. Sejak itu, mereka yang percaya kepada Yesus bisa kembali mempunyai hubungan yang baik dengan Allah Bapa. Mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat bisa menjadi anak-anak Allah.

Hubungan yang baik antara Sang Pencipta dan ciptaanNya memungkinkan segala apa yang baik kembali muncul dalam diri ciptaanNya. Mereka yang sudah menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan dengan demikian akan berubah hari demi hari, makin lama makin menjadi seperti Dia. Dengan demikian, mereka yang hidup dalam Tuhan akan mengeluarkan apa yang baik: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Tidaklah mudah bagi manusia untuk tetap bisa mengeluarkan apa yang baik, yang disukai Tuhan, jika keadaan di sekelilingnya menjadi buruk. Dalam keadaan yang kacau, tegang dan menguatirkan, manusia cenderung untuk menampilkan apa yang tidak disenangi Tuhan: kebencian, kebohongan, permusuhan, kesombongan dan sebagainya.

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.” Amsal 6: 16 – 19

Hari ini, pertanyaan kepada kita adalah apakah kita sudah benar-benar bertobat dari hidup lama kita dan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita. Jika memang begitu, tentunya hidup kita sudah terlihat seperti pohon yang menghasilkan buah yang baik. Masalahnya, sebagai manusia kita tetap merupakan makhluk yang lemah. Jika suasana hidup terasa menekan, apa yang cenderung muncul adalah apa yang buruk.

Memang keadaan bisa membuat sebuah pohon terlihat kurang subur. Tetapi, pohon yang baik tidak mungkin membuahkan apa yang tidak baik sekalipun keadaan di sekitarnya menjadi buruk. Musim gugur boleh membuat pohon anggur kehilangan daunnya, tetapi ketika musim semi datang, daun yang hijau akan tumbuh lagi dan buah anggur yang lebih baik akan muncul. Jika kita tetap bersandar kepada Tuhan, Ia yang adalah sumber kehidupan akan bekerja dalam hidup kita melalui Roh Kudus dan memberi kemampuan kepada kita untuk membuahkan segala hal yang baik sekalipun keadaan di sekeliling kita sudah membuat banyak orang kehilangan arah dan harapan.

“Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.” Matius 7: 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s